Sabtu, 29 Oktober 2011

ELF4 DIARIES part five


author : @adhweet
cast : ELF4 : Park Seoyeon, Kim Youngra, Lee Taehee, Hwang Yoonrin (all this character are OCs)
All members of Super Junior (esp. Donghae, Leeteuk)

Much appreciated if you would leave comments ^^




***


Seminggu kemudian...

Suasana sekolah masih saja ramai karena Super Junior. Dimana ada keributan, disitulah Super Junior berada. Seoyeon dan teman-temannya masih melakukan hal-hal yang mereka lakukan setiap hari. Seperti menyontek pr, bercanda-canda saat istirahat atau pulang sekolah, dan pulang sekolah bersama. Meskipun ketiga teman Seoyeon selalu memperbincangkan para Super Junior mulai dari kerennya mereka sampai konyolnya mereka, tetap saja Seoyeon tidak terpengaruh untuk kagum juga pada Super Junior. Itu karena Seoyeon menganggap Super Junior menjadi beban tambahan dalam hidupnya. Dan lagi, Seoyeon masih mengingat tentang kejadian minggu yang lalu, sehingga Seoyeon sedikit menjauhi dan menghindari Super Junior.
Di sisi Super Junior, mereka masih belum menyerah untuk berbuat baik pada ELF4. Oleh karena itu, belakangan Youngra, Yoonrin, Seoyeon dan Taehee mendapat perlakuan khusus oleh para Super Junior. Terutama Seoyeon. Itu karena Super Junior tidak ingin Seoyeon terus-terusan mengomeli mereka atas keramaian yang menurutnya diciptakan oleh kehadiran mereka. Namun hingga saat ini belum berhasil.
Tiga hari yang lalu, giliran Yesung yang mencoba menarik hati Seoyeon. Yesung merapikan bajunya lalu berjalan ke depan Seoyeon.
"Aku mau bernyanyi untukmu." Kata Yesung
"Bernyanyi ? Oh tunggu sebentar. Yoonrin-ssi ! Kemari !"
"Mwo ? Ada apa Seoyeon-ah ?" Tanya Yoonrin yang sekarang berdiri di sebelah Seoyeon
"Sekarang bernyanyilah." Perintah Seoyeon pada Yesung

Yesung melihat Seoyeon sedikit bingung. Tapi dia hanya berpikir 'akan kutaklukkan dia dengan suaraku'. Akhirnya ia menarik napas dan siap bernyanyi.
"Yoonrin-ssi. Enjoy the show." Bisik Seoyeon pada Yoonrin lalu berbalik dengan gaya dan menghilang
"Mwo ? YA !!!" Seru Yesung saat melihat Seoyeon yang pergi

Yesung baru saja ingin memperdengarkan Seoyeon suaranya yang merdu. Tapi baru Yesung ingin bernyanyi, Seoyeon sudah berbalik dan menghilang. Yesung mendecak kesal. Tapi lalu ia melihat ke arah Yoonrin yang matanya berbinar-binar. Akhirnya ia tersenyum dan menyanyikan sebuah lagu di depan Yoonrin.

Ah itu baru satu contoh, masih ada satu lagi kejadian yang terjadi dua hari lalu. Saat itu Heechul yang mencoba peruntungannya. Akhirnya ia menghadapi Seoyeon yang ia anggap galak itu. Heechul mencoba tampil berbeda dengan anak-anak lain. Pada hari itu, dua hari yang lalu, Heechul menggunakan wig blonde yang panjang dan ikal. Ia tampak cantik. Pagi itu, tman-teman sekelas pun dihebohkan dengan tampang Heechul yang sangat cantik untuk ukuran namja. Banyak yang memujinya. Tapi saat Seoyeon datang dan melihat Heechul, Seoyeon malah melihatnya dengan tatapan jijik. Akhirnya Seoyeon mendekati Heechul.
"Kau mau menjadi seorang yeoja ? Kalau begitu pakai rokmu saat sekolah besok !" Kata Seoyeon ketus

Tentu saja Seoyeon menjawabnya dengan singkat, padat dan sangat mengena di hati. Pasalnya memang Seoyeon itu sebenarnya takut banci. Dan Seoyeon sangat benci sekali dengan namja yang berlagak seperti yeoja. Oleh karena itu ia kesal sekali melihat Heechul. Yah begitulah Seoyeon si ketua kelas. Sementara Heechul mengomel sendiri.
Pagi itu pun, Super Junior berulah lagi di hadapan Seoyeon. Namun sekarang giliran Siwon dan Kibum. Siwon dan Kibum berjalan seperti model yang berjalan di catwalk. Seoyeon baru saja masuk areal sekolah saat itu dan berjalan menuju kelasnya. Hari ini, ia berangkat sendiri dan tidak bertemu dengan tiga sahabatnya di bus. Para yeoja yang di kelas lain langsung terkesima pada saat Siwon dan Kibum berjalan yang ternyata mendekati Seoyeon. Siwon menatap lurus ke mata Seoyeon dan Kibum mengeluarkan senyum mautnya. Seoyeon berhenti sebentar, melihat Siwon dan Kibum lalu meniup poninya. Kemudian ia berjalan dengan cepat, lewat di antara Siwon dan Kibum. Siwon dan Kibum yang tadinya berpose keren pun langsung bingung melihat Seoyeon yang lewat diantara mereka. Lalu mereka saling bertatapan seolah saling bertanya, 'mwoya ?'.
"Ah yeoja itu memang tidak normal." Keluh Siwon sambil menggelengkan kepalanya dan tangan kirinya yang terangkat
"Apa tadi pesona kita kurang ? Aish aku sudah pasang senyum paling manis untuknya. Aah jjinja..."

Siwon dan Kibum menggelengkan kepalanya lagi, kali ini bersamaan. Ah memang Seoyeon belum pernah sekalipun terpesona dengan para Super Junior.

***
Seoyeon's POV

Pulang sekolah...

Huaah bel kemenangan akhirnya berbunyi ! Aku menarik napas lega dan kelas langsung berisik setelah seonsaengnim keluar kelas. Ah kubiarkan saja mereka, sudah pulang sekolah aku kan tidak bertugas lagi. Aku membereskan buku-bukuku yang berserakan diatas meja. Lalu aku berdiri dan memakai jaketku, diluar dingin sekali. Dan saat aku memasukkan tanganku ke dalam jaket, Super Junior berjalan keluar dari kelasku. Donghae lewat di sebelahku, menepuk bahuku lalu berpura-pura tidak ada yang terjadi. Tentu saja aku tahu Donghae yang melakukannya tapi aku hanya menggelengkan kepala dan tersenyum. Lalu mereka keluar dari kelas dan menuju lantai satu. Taehee, Youngra dan Yoonrin mengintip Super Junior dari pintu kelas, lalu langsung berlari menghampiriku yang masih sibuk dengan barang bawaanku.
"Mereka dikerubungi lagi." Kata Yoonrin
"Geurae ? Aku tidak peduli." Kataku acuh
"Yeonnie, mereka populer sekali loh. Apa kau benar-benar tidak kena pesona mereka ?" Tanya Youngra
"Anhiyo. Kaja, aku sudah selesai beres-beres." Kataku menghindari topik pembicaraan Super Junior
"Seoyeon-ah, kerumahmu yuk ?" Tanya Taehee sambil menarik-narik lengan bajuku
"Mwo ? Hmm... Joayo."

ELF4 berjalan keluar kelas. Aku berada di paling belakang. Saat turun kelas, lagi-lagi kami menemukan kerumunan. Tentu saja Super Junior ada di tengah kerumunan itu, terlihat dari Zhoumi yang terlihat jelas kepalanya.
"Tutupi aku, kumohon." Kataku mengumpat di balik tubuh Taehee
"Seoyeon-ah sepertinya kau harus membantu mereka lagi." Kata Taehee menengok ke arahku
"Shiroh ! Aku tidak mau dianggap cari perhatian lagi !"
"Mwo ? Oleh siapa ?" Tanya Taehee
"Ah anhi anhi. Kaja !" Kataku mempercepat langkahku dan menutupi wajahku menggunakan tanganku
"Tapi-"

Aku hampir saja keceplosan dan menceritakan insiden seminggu yang lalu. Taehee mencoba mengejarku namun percuma saja,aku berjalan cepat, berusaha meninggalkan area sekolah dan menyambut ketenangan di luar sekolah. Ah yeoja-yeoja itu benar-benar tidak menyerah untuk berusaha menjadi pacar Super Junior. Setiap hari mereka berkerumun, membuat keributan, hanya demi mendapat perhatian dari Super Junior. Dari perhatian itu, timbullah perasaan mereka ingin diperhatikan lebih oleh Super Junior. Ah aku mengerti bagaimana rasanya menjadi fans, namun aku belum pernah seperti itu. Ketiga temanku mengikutiku dari belakang namun pandangan mereka ke arah Super Junior. Aku yang sudah duluan, mencoba berjalan cepat dan bersembunyi agar Super Junior tidak melihatku dan menggunakan kegalakanku untuk mengusir para yeoja seperti berhari-hari yang lalu. Namun usahaku sia-sia, Donghae melihatku dan langsung berlari ke arahku, menarik tanganku dan menembus ke tengah kerumunan.
"Donghae-ya ! Mau apa kau ?" Kataku saat ditarik tangannya oleh Donghae

Donghae langsung berhenti di tengah kerumunan, tepat di depan keempat belas teman yang lain. Ia yang berhenti tiba-tiba membuatku menabraknya, bukan di punggungnya tapi di dadanya, itu karena saat Donghae berhenti, dia langsung balik badan. Aku mundur langsung beberapa langkah.
"Mianhae, tapi aku sudah memiliki yeoja ini." Kata Donghae menarikku mendekat dengannya
"MWO ?!!" Tidak sadar aku menjerit keras sekali
"Mwo ? Ah iya nado saranghae, Seoyeon-ah." Kata Donghae berbohong dan mendekapku dengan kedua tangannya

'Ya ! Mwoya ?!! Donghae-ya lepaskan aku !' Teriakku dalam hati. Donghae benar-benar mendekapku, sulit membuatku bernafas. Aku mencoba mendorong Donghae, namun percuma, aku tidak cukup kuat untuk lepas dari pelukannya. Para yeoja menjerit saat Donghae mengatakan hal tadi. Teman-teman ELF4 ku melotot dan mulut mereka terbuka. Lalu mereka melihat satu sama lain dan bersama-sama berteriak 'MWO ?!!'.
"Ah mianhae, dia malu. Jadi aku harus pamit duluan. Annyeong..." Kata Donghae sambil berjalan tanpa melepaskan aku

Donghae dan aku berjalan keluar dari kerumunan. Kami berdua pergi ke samping sekolah, suatu tempat di sekolah yang terdapat lapangan basket disana. Aku terus berusaha mendorongnya, lalu Donghae akhirnya melepaskanku.
"YA !" Omelku setelah lepas dari Donghae
"Sst... Nanti ketahuan." Kata Donghae dengan jari telunjuknya yang mengacung di depan bibirnya
"Donghae-ya, tadi itu maksudmu apa ?"
"Mian. Jeongmal mianhae. Tapi kupikir inilah caranya."
"Cara ? Cara apa ??" Tanyaku tidak mengerti
"Ingat kan waktu itu aku bilang aku akan melakukan sesuatu untuk mengusir para yeoja itu ? Ya beginilah caranya."
"Terus tadi maksudmu dengan kata 'aku sudah memiliki yeoja ini' apa ??" Tanyaku dengan volume suara yang bisa dibilang cukup keras
"Sst ! Aish jjinja, bisakah kau mengurangi volume suaramu ?"
"Andwae !"
"Aish..." Donghae menggaruk kepalanya, "seperti yang kukatakan tadi bahwa kau adalah pacarku."
"Siapa ? Aku ? Wae ???"
"Seoyeon-ah, pelankan suaramu !" Donghae terlihat kesal sekarang
"Waeyo ?" Kataku yang akhirnya mengecilkan volumeku dan hampir berbisik
"Aku tidak tahu. Kata-kata itu tiba-tiba saja terlintas saat aku melihatmu dan akhirnya aku mengatakannya." Kata Donghae menggelengkan kepalanya
"Kenapa aku ?" Kataku lemas
"Mianhae, Seoyeon."
"Lantas bagaimana ini ?"
"Aku sudah terlanjur mengatakannya, tidak mungkin kutarik kembali."
"Kenapa tidak bisa ?"
"Kau akan kena bahaya. Aku tahu dari Sungmin-ssi tentang kejadian seminggu lalu. Kalau aku menarik kata-kataku, bukankah kau akan dilabrak lagi oleh Gae In ?"
"Aish Sungmin-oppa cerita padamu ?"
"Ne... Seoyeon-ah, bagaimana kalau kita bernegosiasi ?"
"Mwo ? Negosiasi apa ?"
"Jadilah pacarku."
"MWO ??! Kau gila !"
"Setidaknya anggap saja kau pacarku. Kalau kau menurut, kau dan aku akan sama-sama aman. Mereka terutama Gae In tidak bisa menyerangmu karena kau dalam perlindunganku, dan mereka juga tidak akan mengejar aku lagi."
"Kau gila ! Benar-benar gila !"
"Setidaknya aku cukup pintar untuk membuat ide gila ini !"
"Tidakkah ini terlalu mudah ditebak ? Aku dan kau hanya teman masa kecil, bagaimana bisa kita pacaran ?"
"Kalau acting-mu meyakinkan, aku rasa mereka tidak akan tahu tentang hubungan palsu ini. Jadi bagaimana ? Kau menerimanya ? Lagipula hanya untuk sementara saja."

Aku berpikir sebentar. Jujur saja aku takut dilabrak lagi oleh Gae In. Memiliki musuh itu benar-benar tidak enak. Sepertinya memang tawaran dari Donghae akan menguntungkanku. Tapi bagaimana dengan menjadi pacar Donghae ? Ah ini hanya sementara saja kan ? Aku cukup bertingkah seperti biasanya. Lagipula aku dan Donghae mana mungkin kami bisa pacaran ? Walaupun aku belum tahu betul bagaimana pacaran itu sih.
"Hanya sementara kan ?" Tanyaku meyakinkan
"Ne. Tapi kau harus menurut padaku, arasseo ?"

Aku berpikir lagi...
"Joa." Aku mengangguk
"Jadi ?" Tanya Donghae sambil tersenyum lebar, entah apa yang ada di pikiran namja ini
"Ya aku akan menurut." Kataku dengan nada sedikit enggan
"Tapi jangan kau katakan hal ini pada siapapun. Teman-temanmu dan sahabatmu, semua tidak boleh tahu. Aku juga tidak memberitahu teman-temanku. Hanya kita berdua yang tahu hal ini. Ingat jangan sampai ketahuan ! Kaja !" Kata Donghae menarik tanganku
"Kemana ?"
"Kau mau kemana ?" Dia malah bertanya balik padaku
"Aku mau pulang."
"Arasseo, ayo kuantar." Katanya sambil melangkah
"Ah tapi teman-temanku mau kerumah, jadi aku bareng dengan yang lain." Kataku masih di tempat
"Kenapa tidak bilang ? Yasudah aku antar kau ke teman-temanmu."

Donghae membawaku ke tempat teman-temanku. Mereka bertiga menatapku bingung. Para Super Junior yang lain masih berada di tengah lapangan. Di tengah lapangan kulihat masih terdapat beberapa yeoja masih berdiri disana dan entah mereka berunding apa. Yang jelas saat melihatku dengan Donghae mereka menatapku dengan pandangan tidak percaya. Lalu aku sadar ternyata yang menarik perhatian mereka adalah tangan Donghae yang menyeretku ke tempat Taehee, Yoonrin dan Youngra. Aku lantas melepaskan tanganku. Aish malu sekali kalau dilihat seperti ini. Dulu mungkin saat masih kecil, aku biasa saja ditarik kemanapun oleh Donghae, tapi sekarang ? Tidak.
"Nah, Seoyeon-ah sampai di sini ya. Sampai besok. Annyeong..."

Aku hanya mengangguk. Rasanya aneh sekali kalau seperti ini. Tapi aku mencoba bersikap biasa. Aku mengangguk saja. Donghae lalu berbalik dan kemudian berlari kecil ke arah empat belas temannya. Aku balik badan, melihat ke arah teman-temanku yang masih dengan tatapan tidak percaya mereka.
"Ya ! Kalian kenapa ? Kaja ! Aku lapar." Kataku meninggalkan teman ELF4 ku
"N-ne..." Kata Taehee mengangguk

0 komentar:

Posting Komentar