Senin, 02 Januari 2012

WITH YOU chapter one

Cast     : Lee Sungmin, Park Seoyeon, Cho Kyuhyun, Park Jungsoo and others

follow me on @adhweet ^^
please leave your comment after reading my fanfics, kamsahamnida

Hello, this is fanfiction about our pink prince Sungmin :)


***




“Kamu tahu siapa nama yeoja itu ?” tanyaku pada Kyu, teman sebangkuku di kelas
“Hmm ? Yeoja yang mana ?” tanya Kyuhyun tanpa melihat ke arahku
“Yeoja yang sering kita temui di perjalanan menuju sekolah itu.”
“Mollaseoyo...aku saja tidak tahu yeoja mana yang hyung maksud.” kata Kyuhyun menggeleng
“Aaaaah....” aku menghela napas panjang sembari menyandarkan tubuhku di kursi
“Waeyo ? Hyung tahu dia ?” tanya Kyuhyun memalingkan wajahnya dari jendela bus yang sedang kami naiki
“Anhi. Kalau aku tahu tentu saja aku tidak akan tanya padamu.”
“Lantas kenapa ?”
“Haha... tidak apa-apa kan kalau aku hanya ingin tahu ?” kataku sambil tersenyum ke arah Kyuhyun
“Kau mencurigakan, Hyung !” Kyuhyun kembali melihat keluar bus

Aku tersenyum sendiri. Namaku Lee Sungmin, aku sekarang berstatus siswa SMA kelas akhir. Cho Kyuhyun, orang yang duduk di sebelahku ini adalah sahabat karibku sejak SMP tetapi dia berstatus adik kelasku. Kenapa kami bisa bersahabat padahal kami berbeda usia ? Itu karena aku dan dia sering bertemu di perpustakaan saat aku mencari buku bacaan, akhirnya kami berteman dan sekarang kami bersahabat. Sekarang aku dan Kyuhyun sedang menaiki bus yang mengarah ke Busan. Berhubung sekarang sekolah sedang libur, aku dan Kyuhyun memutuskan untuk berlibur melepas penatnya sekolah. Jujur saja, menjadi siswa kelas akhir itu banyak tekanannya sehingga aku butuh untuk menenangkan pikiranku. Kebetulan sekali aku ingin melihat laut dan kupikir Busan-lah tempat yang tempat, meskipun aku tahu Incheon lebih dekat sih.
Sampai di Busan, aku membangunkan Kyu yang tertidur dengan headset menempel di kedua telinganya. Kyu seketika bangun dan menoleh ke arahku. Segera Kyu bangun dan membantuku merapikan barang-barang bawaan kami lalu turun dari bus.
“Hyung, sekarang kita mau kemana ?” tanya Kyuhyun sibuk dengan barang bawaannya
“Kalau kita mencari hotel dulu bagaimana ? Tadinya aku mau langsung ke pantai tapi tentu tidak mungkin kan kita ke pantai dengan membawa-bawa barang-barang ini ?”
“Ah ide bagus ! Kaja !” Kyu langsung bersemangat dan berjalan

Aku dan Kyu berjalan seperti dua orang backpacker di tengah Busan yang cukup ramai. Satu persatu hotel kami datangi untuk mencari hotel dengan tarif termurah, maklum saja kami berdua kesini menggunakan uang saku kami yang kami tabung dari dua bulan yang lalu. Walaupun orangtua kami memberi uang, tapi uang itu hanya untuk berjaga-jaga saja kalau-kalau kami kehabisan uang disini. Setelah satu jam setengah kami berjalan menyusuri jalanan, akhirnya ada juga hotel yang murah dan kami memutuskan untuk menginap disitu. Rencananya kami mau menginap disana selama 2 malam tapi ternyata hanya kami hanya bisa menginap satu malam karena besoknya kamar itu sudah reserved. Hotel itu dekat dengan pantai, sesuai dengan harapan kami.
“Hyung aku lapar.” Kata Kyuhyun sembari memegangi perutnya
“Ne, aku juga lapar.”
“Mari kita cari restoran cajangmyun !” kata Kyu bersemangat
 “Sepertinya tadi aku melihat ada restoran cajangmyun di dekat sini. Setelah itu kita ke pantai saja, bagaimana ?” usulku
“NE !”

Kami berdua langsung keluar dari hotel dan mencari restoran yang tadi aku lihat. Restoran itu terlihat ramai, makanya aku ingin coba. Setelah sampai, kami langsung memesan dua porsi dan melahapnya sampai habis. Setelah itu kami langsung mengarah ke pantai. Aah ramai sekali pantainya, wajar saja karena ini hari libur jadi banyak orangtua membawa anak-anaknya ke pantai untuk bermain. Wajahku langsung lemas melihat pantai yang ramai itu, aku melirik ke arah Kyu dan wajahnya sama muramnya dengan wajahku.
“Disitu ada mercusuar, kita kesana saja ya ?” pinta Kyuhyun
“Ah boleh juga. Lagipula disitu tidak ramai.”

Aku dan Kyu lantas berjalan menuju mercusuar tersebut. Tidak lupa Kyu mengabadikan suasana pantai dengan SLR yang dia bawa. Aku juga membawa kamera, namun aku malas mengeluarkannya. Akhirnya kami sampai di mercusuar tersebut dan kami langsung berjalan masing-masing. Kyu mencari pemandangan bagus untuk diabadikan sementara aku mendekat ke arah laut untuk merasakan deburan ombak. Rasanya menyenangkan sekali ketika percikan air laut menyentuh pipimu, walaupun airnya dingin. Aku membuka mataku yang dari tadi terpejam saat mendengar ada suara seorang yeoja dan seorang namja yang datang. Aku menoleh ke arah mereka dan mataku terbelalak.
“LEETEUK-HYUNG !!!” teriakku pada namja yang tadi baru datang
“Loh ? Sungmin ?” Leeteuk memasang tampang bingung dan tak menyangka
“Ah annyeong haseyo, Hyung. Lama tidak bertemu.” Kataku sambil membungkuk, menunjukkan sikap sopanku padanya
“Annyeong haseyo. Ah sedang apa disini ?” tanya Leeteuk sambil menengok ke kanan dan ke kiri, mungkin dia mencari tahu aku kesini dengan siapa
“Aku sedang berjalan-jalan saja, Hyung. Oh iya aku juga membawa Kyuhyun kesini. Ah Hyung sendiri sedang apa ?”
“Aku menemani dongsaeng-ku. Dia sedang liburan sekolah jadi dia kesini dan kuajak saja dia kemari.”
“Dongsaeng ? Aku tidak tahu kalau hyung punya dongsaeng.”
“Dia disini kok. Ya, Seoyeon ! Jangan main terlalu jauh !” Leeteuk langsung berlari menghampiri yeoja yang datang bersamanya tadi

Leeteuk dan yeoja tadi berdiri agak jauh dariku. Aku dengan langkah pelan berjalan mendekati kedua orang itu yang berada tepat di pinggir laut.
“Jangan jauh-jauh, arachi ? Kalau kau kenapa-kenapa bagaimana ?” kata Leeteuk pada yeoja itu
“Ah Sungmin,” Leeteuk melihat ke arahku yang berada dekat dengan mereka, “ini dongsaeng-ku.” Kata Leeteuk sambil merangkul bahu yeoja itu

Yeoja itu menatapku dengan ekspresi heran. Saat melihat wajahnya, aku langsung mengenalinya. Dia yeoja yang tadi aku tanyakan pada Kyu di bus menuju Busan dan dialah yeoja yang sering aku lihat saat aku berangkat sekolah bersama Kyu.
“Ah kamu !” seruku tanpa sadar
“Mwo ? Kalian saling kenal ?” Leeteuk menoleh kepadaku dan ke dongsaeng-nya bergantian
“Anhi...” kata dongsaeng Leeteuk sambil menggelengkan kepalanya
“Ah cwesonghamnida. Lee Sungmin imnida.” Aku lantas membungkukkan badanku
“Emm... Park Seoyeon imnida.” Ia membungkuk membalas salamku

Aah ternyata namanya Park Seoyeon. Tapi apa-apaan ini ? Ternyata dia dongsaeng-nya Teukie-hyung ? Aish sungguh sulit kuduga.
“Senang bertemu denganmu.” Kataku lagi
“Kamu kenal dongsaeng-ku ?” tanya Leeteuk padaku
“A-anhi...” jawabku sambil menggeleng
“Kau kesini dengan siapa ?”
“Dengan adik kelasku, dia sedang mengambil beberapa foto di sekitar sini. Ah, Hyung tinggal disini ?”
“Ne. Aku ‘kan meneruskan kuliah disini.”
“Aah begitu rupanya.”
“Seoyeon-ah, sepertinya udaranya mulai dingin, kita pulang saja bagaimana ?” tanya Leeteuk pada Seoyeon yang dari tadi hanya diam saja
“Aku... masih mau disini.” Jawabnya dengan suara pelan
“Jjinja ? Aku khawatir nanti kau sakit.”
“Anhiyo... aku tidak akan sakit, percayalah padaku. Ayolah sebentar lagi saja ya ?” pinta Seoyeon
“Ara ara. Sebentar lagi saja ya ?” jawab Leeteuk pasrah

Seoyeon lalu berjalan menjauhi aku dan Leeteuk-hyung. Ia mengeluarkan kamera polaroid dari dalam tasnya lalu mengambil foto disana. Aku dan Leeteuk-hyung masih di tempat kami.
“Dia itu mudah sakit, makanya aku harus protektif terhadapnya. Dia mudah terluka tapi terus memasang tampang sok tegarnya itu.. Kata Leeteuk padaku
"Ah geurae ? Berapa umurnya ?"
"Dia masih 17 tahun." Kata Leeteuk sambil memandang ke Seoyeon
"17 tahun ?? Aku kira dia masih 16 tahun. Sekolah dimana dia ?" Tanyaku penasaran
"Aah aku lupa nama sekolahnya, haha mianhae aku terlalu banyak pikiran sampai aku lupa nama sekolahnya. Setidaknya aku ingat kalau dia masih kelas 2 SMA."
"Aiih oppa macam apa itu lupa dengan sekolah adik sendiri." Keluhku
"Hey, aku kan harus kuliah sambil kerja untuk memenuhi kebutuhan hidupku dan hidupnya."

Oh iya aku lupa cerita pada kalian bahwa Leeteuk-hyung itu sudah tidak memiliki orangtua. Ia kehilangan orangtuanya dalam kecelakaan beruntun yang terjadi 7 tahun yang lalu dan akibat kecelakaan itu, ayah dan ibu Leeteuk-hyung beserta 12 orang lainnya tewas. Itulah kecelakaan yang sagat mengerikan yang pernah terjadi tahun itu.
"Lantas kalau hyung tinggal disini, dongsaeng-nya hyung... Ah maksudku Seoyeon-ssi tinggal dengan siapa dan dimana ?" Tanyaku hati-hati
"Ia tinggal dirumah ahjumma, masih ingat kan rumah yang dulu itu ? Disanalah ia tinggal, bersama dengan ahjumma-ku."
"Aah ne aku ingat. Jadi dia tinggal disana ? Kenapa tidak ikut denganmu ke Busan ?"
"Awalnya aku mengajaknya saat aku lulus dan mengatakan bahwa aku akan ke Busan untuk meneruskan kuliah, namun dia menolak. Dia bilang Seoul sudah menjadi bagian hidupnya. Yaa apa boleh buat."
"Aaah begitu ternyata.."
"Sungmin-ssi kau menginap dimana ?"
"Di hotel dekat sini, Hyung. Waeyo ?"
"Ooh sudah di hotel rupanya. Anhi, tadinya aku mau menawarimu menginap dirumahku. Hitung-hitung kita bisa reuni kecil-kecilan. Aku rindu sekali saat-saat kita bermain bersama dulu."
"Sejujurnya... Kami hanya bisa menginap di hotel untuk malam ini saja. Besok kami harus mencari hotel lain untuk ditempati." Kataku dengan sedikit tidak enak hati
"Kalau begitu besok menginap dirumahku saja !!!" Seru Leeteuk bersemangat
"Ah apa boleh ? Aku tidak enak padamu, Hyung."
"Tentu saja tidak apa ! Menginap dirumahku saja ya ? Aku tahu rumahku kecil, tapi setidaknya kalian tidak perlu mencari hotel."
"Aah kamsahamnida, Hyung ! Jeongmal kamsahamnida !" Aku mengeluarkan senyum terbaikku pada Hyung-ku yang satu ini
"Berikan nomor handphone-mu jadi aku bisa menjemputmu di depan hotelmu."
"Mwo ? Ah sebaiknya hyung saja yang memberiku alamatnya, aku yang akan kerumah hyung."
"Tidak apa-apa, aku kan naik mobil."

Segera Leeteuk mengambil handphone yang kugenggam dan memasukkan nomornya di handphone-ku lalu mencoba menghubungi handphonenya untuk mendapatkan nomorku. Memang ini cara yang paling mudah sih.
"Nah, nomormu sudah aku save dan nomorku juga ada di history-mu."
"WAAAAAA !!!"

Aku dan Leeteuk langsung menengok ke arah sumber suara. Ternyata itu Seoyeon yang berteriak, dia terjatuh diantara bebatuan yang mengelilinginya. Aku dan Leeteuk langsung berlari menghampirinya. Oh tidak ! Kakinya terjepit diantara bebatuan itu. Dan tunggu dulu, itu Kyuhyun kan ? Leeteuk berhenti sesaat, mencoba mengenali namja di sebelah Seoyeon yang sebenarnya adalah Kyuhyun. Lalu dia bergumam 'itu Kyuhyun-ssi kan ?'.
"Seoyeon-ssi, gwenchaneyo ?!" Seru Kyuhyun panik
"Appo !" Rintihnya sambil mencoba berdiri dan meloloskan kakinya
"Ya, jangan dipaksa !" Seruku sambil panik
"Ottokhae ? Aku tidak bisa menarik kakiku." Kata Seoyeon masih berusaha menarik kakinya
"Seoyeon-ah, jamkanman ! Kami akan melepaskan kakimu." Kata Leeteuk-hyung

Aku mencoba menggerak-gerakkan kaki Seoyeon, namun tetap tidak bisa lepas dari batu-batu yang menjepit kakinya. Akhirnya aku mencoba mengangkat batu-batu itu dan Kyuhyun beserta Leeteuk pun membantuku. Setelah 5 menit berlalu, akhirnya kakinya lolos juga. Namun begitu, Leeteuk tidak terlihat puas melihat darah yang mengalir di kaki kanannya itu. Aku membantu Seoyeon berdiri dengan mengulurkan tanganku dan syukurlah dia menyambut tanganku.
"Kamsahamnida. Kamsahamnida." Kata Seoyeon sambil membungkuk beberapa kali
"Gwenchaneyo ?!" Tanya Leeteuk panik
"Erm... Kakiku sakit... hanya sedikit kok." Kata Seoyeon melihat kakinya lalu tersenyum pada Leeteuk
"Yasudah. Ayo kita pulang, lukamu harus cepat-cepat ditutup."
"Ne..." Jawab Seoyeon pasrah
"Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi, kami pulang duluan. Sungmin-ah, jangan lupa nanti malam kau kabari aku ya !" Kata Leeteuk

Leeteuk dan Seoyeon pun pergi meninggalkan aku dan Kyu. Sekarang aku menatap Kyu dengan tatapan heranku.
"Tadi kau bilang kau tidak kenal." Kataku pada Kyuhyun
"Mwo ? Nugu ?" Kyu memasang wajah bingung
"Seoyeon-ssi. Kenapa tadi tidak bilang kalau kau kenal dia ?"
"Aah jadi maksudmu... Jangan-jangan yeoja yang tadi di bus kau tanyakan itu... Seoyeon-ssi ???" Kyuhyun tampak terkejut
"Aish..." Aku memalingkan wajahku dan memegang kepalaku dengan tangan kanan
"Mianhae, Hyung. Aku tidak tahu kalau yang kau maksudkan itu Seoyeon. Kalau orangnya Seoyeon-ssi, aku kenal dia. Dia 'kan satu angkatan denganku dan kami juga satu berteman di klub fotografi."
"Mwo ?! Dia satu sekolah dengan kita ??" Kali ini aku yang terkejut
"Kau tidak tahu ? Astaga darimana saja kau, Hyung ?" Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya
"Aish bagaimana aku tahu kalau aku tidak pernah bertemu dengannya di sekolah."
"Oh iya aku baru ingat kalau dia banyak menghabiskan waktunya di kelas."
"Hmmm...." Aku mengeluarkan suara tak karuan dari pita suaraku, "Kyu, udaranya sudah dingin, ayo kita cari makanan untuk makan malam lalu kembali ke hotel."
"Ah ne, Hyung." Kata Kyuhyun

Kami ke supermarket dan membeli ramyun instan dan minuman kaleng disana, untuk menghemat biaya makan kami. Lalu kami ke hotel kami. Sampai di kamar, aku langsung mandi sementara Kyu merebahkan tubuhnya di kasur. Saat aku selesai mandi, kulihat Kyuhyun sedang mengutak-atik SLR-nya di kasur sambil duduk bersila.
"Kau melihat foto ?" Tanyaku sambil mengeringkan kepalaku menggunakan handuk
"Ne ! Hyung, coba kau lihat ini. Bagus kan ?" Kata Kyu menyodorkan kameranya padaku

Aku melihat foto yang terpampang di screen itu dan terlihat foto pemandangan laut. Saat kuperhatikan lebih detil lagi, aku melihat sosok yeoja sedang memotret lautan yang luas itu. Aku mengenalinya ! Dia Seoyeon yang tadi aku lihat. Aku meng-zoom foto tersebut hingga yang terpampang di screen itu hanya sosok yeoja itu.
"Yeppeo." Kataku sambil tersenyum
"Iya kan ?" Kyu lantas berdiri dan melihat screen
"Ya ! Jadi maksudmu yeppeo itu Seoyeon ?" Omel Kyuhyun saat melihat screen yang memaparkan sosok Seoyeon
"Hm ? Hahaha... Mianhae... Tapi bukankah aku benar ? Dia cantik bukan ?"
"Seoyeon-ssi itu memang manis." Kyuhyun mengaku
"Ya ! Kau menyukainya juga ?" Tanyaku sedikit cemburu
"Anhi anhi... Haha maksudku memang banyak juga yang suka dia."
"Aaah... Kupikir kau mengincarnya juga." Kataku lega
"OH~ kau menyukainya ! Arasseo arasseo, mau kudekatkan ?" Kata Kyu sambil menunjukkan evil smile-nya padaku, membuatku ngeri sendiri
"Andwae. Aku bisa sendiri. Lihat saja." Aku menjulurkan lidahku dan melakukan aegyo
"Aigooooo !!!" Kyu terlihat gemas melihat aegyo-ku
"Ya ya ! Sudah mandi kau sana ! Tubuhmu bau keringat." Kataku sambil melempar handuk padanya

Kyu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum licik padaku. Aku tak menghiraukannya, jadi aku berjalan ke bungkusan makanan yang tadi kami beli dan memakannya.

***
Seoyeon's POV

“Ah Sungmin,” Oppa melihat ke arahku yang berada dekat dengan mereka, “ini dongsaeng-ku.” Kata Leeteuk sambil merangkul bahuku

Aku bingung. Lalu saat aku melihat wajahnya, aku seperti 'SUNGMIN ???'. Ya Tuhan, asal kalian tahu saja aku kagum pada sunbae yang satu ini. Yang aku kagumi adalah kemampuan musiknya dan kemampuan bela dirinya. Jujur saja aku sangat menyukai orang yang bisa musik,olahraga dan seni bela diri. Jadi karena dia memiliki semuanya, aku menganggapnya namja perfect. Tentu saja dia terkenal dan banyak yang suka padanya, tapi aku tidak. Hanya kagum saja padanya boleh kan ?

Leeteuk-oppa dan aku akhirnya pulang duluan. Saat di kamar, aku membuka tasku dan mengambil beberapa foto yang tadi kuambil. Kucari satu persatu foto special yang tadi kuambil. Foto itu adalah foto Leeteuk-oppa bersama Sungmin-sunbaenim yang diam-diam aku ambil. Setelah menemukannya, aku menghampiri oppa-ku dan menyerahkannya.
"Oppa, ini tadi kupotret saat kalian bersama. Kau boleh menyimpannya sebagai kenang-kenangan." Kataku sambil menyodorkan foto itu
"Oh kau memfoto kami ? Waaah hasilnya bagus ! Gomawo, saeng." Katanya sambil tersenyum puas

Aku membalikkan badanku, niatku sih ingin kembali ke kamarku dan merapikan fotoku dan memasukkannya dalam foto album khusus. Aku ini suka fotografi sehingga aku memiliki foto album khusus. Setelah aku memasukkannya, aku akan menulis keterangan-keterangan tentang foto itu. Tetapi saat aku melangkah, Leeteuk-oppa memanggilku dan membuatku berbalik lagi.
"Besok pagi aku akan menjemput Sungmin dan Kyuhyun. Mereka akan menginap disini besok. Sementara aku menjemput mereka, kau siapkan kamar di depan untuk mereka ya."
Aku melotot, "Sungmin-ssi dan Kyuhyun-ssi menginap disini ?!"
"Ne. Waeyo ? Kau keberatan ?" Tanya Leeteuk-oppa
"A-ANHI anhi !" Aku menggeleng cepat
"Ooh algesseumnida. Kau boleh ke kamarmu untuk istirahat. Ah jangan lupa minum vitamin-mu !"

Tapi aku sudah terlanjur melangkah ke kamarku. Ya ampun, besok mereka disini ? Yaa bukan apa-apa, hanya saja sedikit aneh saat mengetahui kau akan satu atap dengan orang yang kau kagumi.

***
Sungmin's POV

Keesokan harinya...

"Annyeong haseyo." Sapaku pada Seoyeon
"Annyeong haseyo." Balasnya sedikit malu-malu, aaah dia lucu sekali
"Ah sini biar aku bantu membawanya." Kata Seoyeon sambil menghampiriku

Aku mengerjainya sedikit. Aku menenteng dua tas di tanganku, yang satu ringan dan yang satu berat. Aku menyodorkan tasku yang berat kepadanya dan dia menerimanya dengan kedua tangannya. Saat ia mengangkatnya, ia menoleh padaku dan menatapku seperti ingin mengatakan 'astaga tas ini berat sekali, kau menaruh apa saja di dalamnya ?'. Aku tersenyum padanya.
"Aku ini namja, masa kau yang membawakan tasku ? Tapi kalau kau memaksa, ini bawa yang ini saja." Aku menyodorkan tas yang satu lagi
Ia menyambutnya, "ikuti aku, kamar kalian ada disana." Katanya sedikit malu

Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum melihatnya. Leeteuk menepuk bahuku.
"Ya, dia itu dongsaeng-ku. Tega sekali kau mengerjainya seperti itu. Tapi baguslah, aku jadi bisa melihat ekspresi malunya itu.hahaha..." Kata Leeteuk
"Hyung, ayo kita ke kamar." Ajak Kyuhyun
"Ah ne. Hyung, aku ke kamar dulu." Kataku pada Leeteuk
"Ah silahkan silahkan."

Aku dan Kyuhyun berjalan menuju suatu kamar yang sedang dituju oleh Seoyeon. Setelah sampai, aku menaruh tasku di lantai. Tiba-tiba saja Seoyeon keluar dari kamar itu dan berdiri di pintu kamar.
"Seoyeon-ssi ?" Tanyaku penasaran atas sikapnya
"Ah cwesonghamnida, aku hanya tidak terbiasa ada di satu ruangan bersama namja." Seoyeon membungkukkan tubuhnya seraya meminta maaf
"Gwenchaneyo. Oh iya Seoyeon-ssi, kalau aku butuh bantuanmu, kau ada dimana ?" Tanyaku
"Emm... Kamarku ada di belakang. Kalau kamar Leeteuk-oppa ada di sebelah sini."
"Ne kamsahamnida, Seoyeon-ssi." Aku tersenyum padanya, sedikit tebar pesona

Tidak lama, Seoyeon buru-buru meninggalkan kamarku. Kyuhyun menatapku aneh. Ada apa dengan namja ini ? Namun beberapa detik kemudian, Seoyeon muncul lagi.
"Ah cwesonghamnida. Kyuhyun-ssi ? Boleh... Boleh aku lihat kameramu ?" Tanya Seoyeon
"Ne. Ini silakan..." Kata Kyuhyun sambil menyodorkan kamera yang tadi bergantung di lehernya

Seoyeon menerimanya lalu membungkuk tanda terima kasih dan pergi. Matanya berbinar-binar saat menerima kamera Kyuhyun. Dan tiba-tiba aku teringat perkataan Kyuhyun tentang mereka yang mengikuti klub fotografi bersama.
"Dia benar-benar suka dengan fotografi ya ?" Tanyaku pada Kyuhyun yang sedang mengeluarkan pakaiannya dari tasnya
"Ne ? Aah tentu saja. Diantara kami semua, Seoyeon-ssi punya mata yang paling bagus. Dia itu pintar memotret. Kurasa nanti dia akan menjadi fotografer."
"Aah begitu rupanya...."

***
Malam harinya...

Lelah juga hari ini. Aku, Kyu, Leeteuk dan Seoyeon berbelanja banyak barang di pusat perbelanjaan. Aku berkeliling-keliling bersama Kyu dan Leeteuk, sementara Seoyeon berbelanja sendiri. Aku sedikit khawatir terhadapnya, tapi Teukie-hyung,nama panggilannya dulu, bilang tidak apa-apa. Tetap saja walaupun Teukie-hyung bilang begitu, aku tidak ingin dia kenapa-kenapa. Makanya aku memisahkan diriku dari Kyu dan Teukie-hyung dan mencari Seoyeon. Akhirnya aku dan Seoyeon jadi berbelanja bersama dan kami menjadi dekat. Ternyata Seoyeon itu orangnya cepat berteman dengan orang lain, buktinya aku dibelikan sebuah syal warna biru olehnya. Akan kusimpan baik-baik syal itu ^^

Malam itu, Kyu sibuk dengan mengemasi barang-barang yang dia beli. Dia itu banyak membeli pakaian dan benda-benda lainnya. Saat kutanya untuk apa, dia menjawab dia ingin membelikan keluarga dan teman-temannya oleh-oleh. Ah dasar namja ini. Sementara itu,aku berjalan keluar kamar dan menuju ke ruang tengah. Tidak ada siapa-siapa, maka aku memutuskan untuk keluar rumah. Di depan pintu, ada sosok manusia sedang duduk. Kudekati sosok itu dan ternyata itu Seoyeon. Aku mendekat ke pintu dan merasakan udara dingin di luar. Ini dingin sekali ! Aku masuk dan kembali ke kamarku hanya untuk mengambil syal biru yang tadi dibelikan Seoyeon lalu aku keluar lagi. Saat aku berada di belakangnya dia masih belum menyadariku, jadi aku langsung mengenakan syal itu di lehernya. Dia terkejut dan memutar kepalanya untuk melihatku.
"Aah Sungmin-ssi ?"
"Apa yang kau lakukan disini ?" Tanyaku padanya seraya duduk di sebelahnya
"Anhi. Hanya sedang ingin berada di luar. Ah omong-omong, ini kan syal yang kubelikan tadi. Kenapa kau memakaikannya padaku ?" Tanyanya sambil memegangi syalku
"Aku meminjamkannya padamu. Ini dingin sekali, kau harus memakai itu agar tetap hangat." Kataku tersenyum padanya
"Ooh ne... Kamsahamnida, Sungmin-ssi." Kata Seoyeon sambil menatap ke arahku

Kami berdua terdiam. Seoyeon melihat ke langit sambil merengkuh kedua kakinya. Entahlah sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu dan dia terlihat sedih. Aku ingin bertanya tapi aku ragu. Akhirnya setelah beberapa kali menundanya, aku bertanya padanya.
"Seoyeon-ssi gwenchana ?"
"Ne ?" Dia melihat ke arahku lalu dia menunduk, "emm... Gwenchaneyo."
"Ayolah, aku tahu kau sedang kepikiran sesuatu." Aku merayunya agar dia mau berbagi cerita padaku
"Entah apa aku pantas mengatakannya padamu atau tidak, tapi aku sedang merindukan eomma-ku."

Aah hatiku langsung terenyuh saat mendengarnya. Aku menatapnya dan mendapati sosoknya yang kesepian. Ingin aku mengusap kepalanya, tapi kami belum terlalu dekat jadi aku mengurungkan niatku. Wajar saja, anak macam apa yang tidak merindukan eomma-nya ?
"Ooh kau merindukan eomma-mu."
"Ne..." Suaranya terdengar sangat lirih
"Aku mengerti perasaanmu. Kupikir aku tahu apa yang eomma-mu rasakan saat ini."
"Mwo ?" Tanyanya
"Kupikir beliau sedang merasa bahagia melihat anak perempuannya tumbuh menjadi yeoja yang cantik dan sehat sepertimu. Juga, beliau pasti tidak ingin melihatmu bersedih."
"Hmm ? Darimana kau tahu ?" Tanya Seoyeon polos
"Sejujurnya aku tidak tahu. Tapi hanya saja kupikir semua eomma pasti begitu." Aku jujur pada Seoyeon
"Aah... Kamsahamnida, Sungmin-ssi..." Suaranya kembali lirih
"Untuk apa?” Aku bertanya padanya
“Emm… terima kasih kau mau menemaniku.”
“Ne… Seoyeon-ssi, sepertinya kau harus masuk ke dalam, nanti kau sakit kalau berlama-lama di udara dingin begini.”
“Gwenchaneyo, aku ‘kan memakai syalmu.” Seoyeon akhirnya tersenyum

Jantungku berdetak lebih cepat saat mendengar ucapannya. Aah dia juga tersenyum padaku. Rasanya hatiku hangat saat melihat senyumnya. Tetapi tidak lama kemudian, ia kembali ke kesepiannya. Aku hanya diam saja, aku mengerti dia membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Aku mengerti karena aku juga sepertinya, di saat aku kesepian maka akan lebih nyaman apabila aku dibiarkan sendirian saja. Terkadang memang lebih baik menyendiri untuk melewati masa-masa sulit. Tetapi walaupun begitu, aku tidak ingin pergi dari sampingnya. Aku hanya duduk saja melihatnya, membiarkannya merenung sendirian. Sudah lebih dari 30 menit kami hanya berdua ditemani sepinya malam. Seoyeon tidak berkata satu patah katapun dan aku membiarkannya. Tetapi tidak lama, aku mendengarnya menguap.
“Seoyeon-ssi, ayo kita masuk ke dalam.” Ajakku padanya
“Ne…” Dia menyeka matanya
“Astaga kau menangis ?” tanyaku
“Ahaha… aku… sepertinya aku terlalu merindukan eomma dan appa.” Kata Seoyeon menyeka matanya lagi, air matanya malah semakin mengalir keluar
Aku mendekatinya dan memeluknya, “Gwenchaneyo, appa dan eomma-mu pasti sedang tenang disana. Kalau kau menangis, mereka justru kan bersedih.” Kataku sambil mengusap kepalanya
“Ne… kamsahamnida…” kata Seoyeon sambil melepaskan dirinya dariku
“Ah mianhae, aku tidak bermaksud…” kataku salah tingkah
“Gwenchaneyo… aku tahu kau tidak punya maksud jahat.”
“Algesseumnida, geurigo kita masuk ke dalam saja.”
“Ne…”

Aku menyingkir dari depan pintu dan membiarkannya masuk terlebih dahulu. Ketika aku masuk, Seoyeon memutar tubuhnya.
“Sungmin-ssi, syal ini biar aku cuci dulu saja.” Katanya sambil menunjuk syalku
“Tidak perlu melakukan itu. Tidak ada waktu karena besok siang aku sudah akan pulang.”
“Eeh ?! Kau pulang besok ??” Seoyeon tampak terkejut mendengar jawabanku
“Ne… apakah Teukie-hyung ah maksudku apakah oppa-mu tidak memberitahumu ?”  aku menjawab dengan tenang
“Anhi… aaah kenapa tidak tinggal lebih lama lagi di Busan ? Aku kan jadi bisa mencuci syalmu.” Kata Seoyeon menyesal
“Gwenchaneyo… aku bisa mencucinya lain waktu.”
“Hmm… baiklah, Sunbaenim.”
Aku terkejut mendengarnya, “Kamu panggil aku apa ? Sunbaenim ? Kamu kenal aku ???”
“Tentu saja aku tahu… Sunbae kan sering sekali lewat di depan kelasku bersama Kyuhyun-ssi.” Jelasnya sambil tersenyum
“Seoyeon-ssi bisa aku minta kau melakukan sesuatu untukku ?”
“Hmm ? Apa itu ?”
“Panggil aku ‘Oppa’, bisa ? Aku tidak terbiasa dipanggil sunbae…”
“O-Oppa ? Aah… emm… algesseumnida. Geurigo aku akan memanggilmu oppa…”
“Nah sekarang kau tidur yaa…”

Seoyeon mengangguk lalu melepaskan syalku yang masih melingkar di lehernya. Ia melepasnya, membentangkannya di lantai lalu melipatnya dengan sangat rapi. Kemungkinan besar dia adalah yeoja yang mandiri, pikirku. Lalu ia memberikannya padaku sambil mengucapkan terima kasih. Akupun mengangguk lalu mengusirnya agar ia tidur. Setelah kulihat dia masuk ke kamarnya, aku kembali ke kamarku lalu tertidur tanpa mempedulikan Kyu yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan padaku.

ELF4 DIARIES part eleven


author : @adhweet
cast : ELF4 : Park Seoyeon, Kim Youngra, Lee Taehee, Hwang Yoonrin (all this character are OCs)
All members of Super Junior (esp. Donghae, Leeteuk)

Much appreciated if you would leave comments ^^



***



"Baiklah karena sekarang aku punya list pemainnya, jadi sekalian kubacakan saja yang lainnya ya ? Choi Siwon sebagai King Stefan dan Hwang Yoonrin sebagai Queen Leah. Kalian berdua sebagai orangtua dari Putri Aurora." Kata Hyoyeon
"Aiih menjadi pasangan Choi Siwon..." Beberapa yeoja mencibir kepada Yoonrin
"Bagaimana bisa ? Padahal aku ingin menjadi pasangan mainnya Siwon-ssi." Kata Min Ji pada Yoonrin
"Aah mianhae, Min Ji-ssi. Tapi ini bukan keputusanku. Mianhae mianhae, jeongmal mianhae." Kata Yoonrin
"Haha yasudahlah." Kata Min Ji
"Selanjutnya Kim Kibum sebagai King Hubert, kau berperan sebagai ayah Pangeran Phillip." Kata Hyoyeon sambil melirik ke arah Kibum
"Hyung, aku menjadi ayahmu ??? Haha ini daebak !" Kata Kibum pada Shindong penuh antusias
"Untuk 3 fairies-nya, Kim Youngra sebagai Flora, Lee Min Ji sebagai Fauna dan Park Seoyeon sebagai Merryweather." Tambah Hyoyeon
"Yeonnie kita partner !!!" Seru Youngra hendak memeluk Seoyeon
"Hahaha nee..." Seoyeon tertawa puas menyambut Youngra, membuat para Super Junior bingung
"Hyung, dia tertawa." Bisik Kangin pada Leeteuk
"Aku tahu." Jawab Leeteuk sambil tersenyum ke arah Youngra
"Ya, kau melihat siapa ?" Tanya Kangin sambil melihat ke tempat yang dilihat oleh Leeteuk
"Ya ! Aku bukan membahas soal Youngra-ssi, tapi aku membahas soal Seoyeon-ssi." Omel Kangin
"Ada apa dengan Seoyeon ?" Tanya Donghae tiba-tiba
"Dia tertawa ?" Tanya Kangin pada Donghae
"Ne. Cantik bukan ? Senyumannya." Kata Donghae menatap ke arah Seoyeon
"Aish ada apa dengan kedua orang ini ?" Keluh Kangin
"Ya ya ! Jangan ribut ! Nah, sekarang peran pentingnya... Hwang Gae In ? Ah itu dia orangnya. Hwang Gae In sebagai Maleficent. Dan Maleficent akan memiliki dua budak, yaitu Lee Hyukjae dan Lee Donghae." Kata Hyoyeon

Gae In terlihat mendecak kesal. Wajahnya sekarang terlihat sangat suram. Di sisi lain, Eunhyuk dan Donghae saling menepuk tangan mereka dengan ekspresi riang. Setelah menepuk tangan Eunhyuk, Donghae melirik ke arah Gae In dan tersenyum licik.
"Nah karena sekarang kita sudah sama-sama tahu perannya, mari kita latihan sekarang. Latihannya lebih berat lho karena sekarang kalian akan memakai berbagai macam formasi. Latihan dengan sungguh-sungguh, arachi ?" Kata Hyoyeon sambil memasukkan kertas itu di dalam tasnya.

***
Keesokan harinya...

Bel pas berbunyi dan Jay-seonsaengnim pun keluar dari kelas. Para murid di kelas langsung berhamburan keluar kelas, ada yang langsung ke kantin untuk mengisi perut, ada yang bergandengan tangan dengan pasangannya, ada pula yang keluar hanya untuk menghirup udara di luar lalu masuk lagi ke dalam kelas. Taehee langsung ambruk di atas meja dan Seoyeon melihatnya.
"Gwenchaneyo ?" Tanya Seoyeon
"Neeee...." Balas Taehee dengan nada malas
"Aku mau ke toilet, temani aku ya ?" pinta Seoyeon
"Aah, algesseumnida. Kaja !" Kata Taehee pasrah dan dia berdiri

Seoyeon langsung berdiri juga dan berjalan keluar bersama dengan Taehee. Di pintu terdapat Yoonrin yang sedang bercanda dengan Heechul dan Youngra.
"Yeonnie dan Taehee-eonnie mau kemana ?" Tanya Youngra
"Ke toilet." Jawab Seoyeon singkat sambil berjalan
"Aah selesai dari toilet langsung ke kantin saja ya ! Shindong-ssi katanya mau mentraktir kita makan !" Seru Yoonrin
"NEEE !" Jawab Taehee sambil melambai ke arah Yoonrin yang ada di belakangnya

Seoyeon berjalan lebih cepat dari Taehee, sehingga Seoyeon suka menarik tangan atau lengan Taehee agar Taehee berjalan lebih cepat. Seperti sekarang, Seoyeon menarik tangan Taehee agar ia mempercepat langkahnya.
"Aish ayolah jalan lebih cepat." Kata Seoyeon
"Untuk apa cepat-cepat ? Cepat atau lambat toh nanti juga sampai di toilet." Kata Taehee santai
"Aah kau ini..." Keluh Seoyeon

Seoyeon dan Taehee melewati koridor dan menemui Donghae dan Zhoumi yang berjalan di depan mereka. Awalnya Donghae sedang fokus menata barang bawaannya, maklumlah karena Donghae dimintai tolong oleh Henry untuk membelikannya makanan dan jadilah Donghae harus membawa makanan miliknya dan milik Henry. Asal tahu saja, Henry itu makannya banyak sehingga Donghae sedikit kewalahan membawa makanan pesanan Henry. Saat Donghae melihat Seoyeon, kelopak matanya membuka lebar.
"Hey hey hey ! Apa-apaan ini kalian berdua bergandengan tangan begini ?" Omel Donghae
"Mwo ? Memangnya kenapa ?" Tanya Seoyeon
"Anhi anhi anhi, jangan bergandengan tangan begitu. Kalau mau bergandengan tangan, hanya boleh denganku. Oh iya selagi aku ingat, nanti kalian ke kantin ya, Shindong-hyung mau mentraktir kita makan." Kata Donghae
"Donghae-ah, kau berlebihan. Taehee-ssi kan yeoja dan mereka sama-sama yeoja, apa salahnya ?" Kata Zhoumi
"Tidak boleh, pokoknya tidak boleh."
"Ah kau melarang yeoja chingu-mu tapi kau sendiri suka menggandeng tangan Hyuk." Keluh Zhoumi
"HYUNG !" Seru Donghae sambil malu-malu
"Ah eeh mianhae, tapi aku harus ke toilet sekarang." Kata Seoyeon buru-buru dan berjalan ke samping Donghae
"Kau mau ke toilet ? Bagaimana kalau aku menemanimu ?" Kata Donghae sambil tertawa

PLETAK. Leeteuk sukses menjitak kepala Donghae.
"Hyung ? Appo ! Darimana kau muncul ?" Tanya Donghae sambil mengusap-usap bagian kepalanya yang dijitak
"Kau mau apa tadi ? Donghae-ah, kau pikir kau siapa mau menemani Seoyeon-ah ke toilet ?" Kata Leeteuk dengan wajah serius
"Ahaha aku bercanda, Hyung. Cwesonghamnida." Kata Donghae sambil mengambil langkah seribu ke kelasnya
"Aish anak itu..." Keluh Leeteuk

Di toilet, setelah Seoyeon selesai dengan urusannya, Seoyeon mencuci tangannya di wastafel. Saat ia mencuci tangan, terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah Seoyeon. Seoyeon melihat ke cermin yang ada di depannya untuk mengetahui siapa yang masuk. Tapi sosok itu belum muncul. Tiba-tiba Seoyeon menjadi takut sendiri.
"Taehee-ah ? Neorago ?" Tanya Seoyeon

Namun tidak terdengar jawaban. Seoyeon segera menghentikan kegiatan mencuci tangannya. Seoyeon berbalik dan seorang yeoja muncul di hadapannya. Ternyata yeoja itu adalah Gae In, sunbae Seoyeon.
"Oh annyeong haseyo, Sunbaenim." Sapa Seoyeon sambil membungkukkan tubuhnya
"Tidak usah formal begitu. Aku tidak suka kepura-puraan" Kata Gae In ketus
"Maksud Sunbae ?" Tanya Seoyeon dengan kedua alisnya yang terangkat
"Kau itu, sikapmu sehari-hari hanya pura-pura kan ?"
"Maksud Sunbae apa ? Aku tidak mengerti."
"Sudah kubilang kan ? Tidak usah sok formal begitu !" Seru Gae In sambil meninju dinding

Seoyeon kaget. Ia tidak mengerti kenapa Gae In sampai meninju dinding dengan keras. Ia tidak merasa ada yang salah dengan sikapnya. Taehee masuk ke dalam toilet.
"Seoyeon-eonnie ? Ada apa ?" Tanya Taehee
"Kau diam disitu !!!" Perintah Gae In pada Taehee sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah Taehee
"Aku tidak mengerti." Kata Seoyeon yang terlihat bingung
"Aku memperhatikanmu setiap saat. Bukankah dulu sudah kuperingatkan ? Agar kau tidak dekat-dekat dengan Donghae ataupun Super Junior yang lain ? Aku tahu kau pasti cari perhatian dengan mereka kan, hingga akhirnya Donghae terjebak oleh sikap tipuanmu kan ?" Gae In mendekati Seoyeon
"Masalahmu apa ?" Tanya Seoyeon mulai tidak bisa bersabar
"AKU TIDAK TERIMA KAU MENJADI YEOJA CHINGU-NYA DONGHAE !!! Dan lagi... Harusnya yang mendapat peran Maleficent itu KAU, dan bukan aku. Kupikir kau lebih cocok dengan peran itu, sesuai bukan dengan sikapmu ?!!" Bentak Gae In di depan wajah Seoyeon
"Lalu aku harus apa ??" Tanya Seoyeon dengan suara yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya
"Mundur dari drama musikal ini. Dan jangan dekat-dekat mereka, terutama Donghae ! Kalau kau putus dengannya itu lebih baik ! Dan juga hentikan sikap sok baikmu itu, aku tahu kau hanya berpura-pura baik saja."
"Aku tidak berpura-pura !!! Bagaimana aku bisa menghentikannya kalau dari awal aku tidak berpura-pura ?! Dan lagi, bagaimana bisa aku jauh-jauh dari mereka sementara aku ketua kelas disana ?! "Napas Seoyeon mulai tidak teratur
"Kalau begitu berhentilah ! Anggap saja kau tidak tahan dengan tugasmu sebagai ketua kelas ! Atau kalau kau tidak sampai hati mengatakannya pada wali kelasmu, biarkan aku yang mewakilimu mengatakannya. Siapa wali kelas mu ? Sang Ri sialan itu ya ?"
"JANGAN HINA WALI KELASKU !!!" Bentak Seoyeon dengan suara yang sedikit bergetar
"Ooh... Kau berani berbicara keras di depanku ya ?" Tanya Gae In sambil menatap Seoyeon jijik
"..." Seoyeon tidak membalas perkataan Gae In, dia hanya menatap geram ke arah Gae In
"AKU MEMBENCIMU, AKU MEMBENCI TEMAN-TEMANMU, AKU PALING BENCI DENGANMU !!!"

Tiba-tiba Gae In langsung menjambak rambut Seoyeon. Seoyeon menjerit kesakitan, sementara Taehee panik sendiri. Taehee berlari menghampiri Seoyeon yang menahan kepalanya agar tidak ikut tertarik oleh tangan Gae In.
"PANGGIL YANG LAIN !!!" Perintah Seoyeon pada Taehee

Taehee langsung berlari keluar kantin. Entah siapa yang menyuruhnya, ia langsung berlari ke kantin dimana kedua sahabatnya yang lain dan Super Junior ada disana. Taehee berlari secepatnya lalu sampai di meja tempat mereka berada.
"Le... Hhhh.... Leadernim...hhhh.... Seo... Hhhh..." Taehee mencoba berbicara tetapi kesulitan mengatur napasnya
"Mwo ?! Waeyo ??" Tanya Yoonrin kebingungan namun ikut panik saat melihat wajah panik Taehee
"Seo...hhh... Seoyeon... Dia diserang di toilet ! Hhhh..." Kata Taehee masih kesulitan berbicara
"MWO ?!!!" Donghae,Leeteuk dan Sungmin langsung berdiri dan memasang ekspresi tidak percaya
"PPALI PPALI !!!" Seru Taehee

Taehee berlari kembali ke toilet diikuti oleh Donghae,Leeteuk dan Sungmin dengan wajah panik. Yoonrin langsung berdiri dan hendak menyusul yang lain namun Youngra mencegahnya.
"Lebih baik kita panggil Sang Ri-seonsaengnim saja !" Seru Youngra sambil mengambil tangan Yoonrin
"BENAR ! KAJA !!!" Seru Yoonrin

Sementara Yoonrin dan Youngra berlari ke ruang guru, Donghae dan yang lain sampai di toilet. Tepat saat Donghae sampai di toilet, Gae In menampar Seoyeon namun Seoyeon menghindar. Tapi itu bukan hal yang baik karena Seoyeon responnya sedikit terlambat dan mengakibatkan kuku jari Gae In menggores pipi kanan Seoyeon hingga keluar darah.
"YA !!!" Teriak Donghae membuat Seoyeon dan Gae In kaget
"Apa yang kalian lakukan hah ??!" Seru Donghae lagi
"D-Donghae..." Kata Gae In terlihat speechless saat melihat Donghae

Seoyeon membuang muka sambil memegangi pipi kanannya. Sungmin langsung masuk dan mendekati Seoyeon, sementara Donghae masih di tempatnya menatap lurus ke arah Gae In. Sungmin melepaskan tangan Seoyeon yang menutupi luka di pipinya dan langsung panik ketika melihat beberapa tetes darah mengalir dari goresan kuku Gae In. Seoyeon hanya diam saja sementara Donghae menatap miris goresan yang kira-kira sepanjang 3 cm itu.
"Luka ini harus segera disembuhkan !!" Seru Sungmin pada Donghae
"APA YANG KALIAN LAKUKAN ?!!"

Sang Ri-seonsaengnim muncul, diikuti dengan Yoonrin dan Youngra yang terlihat sedang mengatur napas mereka. Begitu melihat darah, Youngra langsung berlari menghampiri Seoyeon dan Sungmin.
"Youngra-ssi, ayo kita bawa Seoyeon-ssi keluar dari sini." Kata Sungmin

Youngra langsung berjalan ke sebelah Seoyeon dan bersama Sungmin mereka membawa Seoyeon yang kepalanya tertunduk beranjak dari tempat itu. Namun saat melewati Sang Ri-seonsaengnim, ia menahannya.
"Kalian pikir kalian ingin kemana ? Seoyeon-ssi, kau ikut aku. Dan anda, Hwang Gae In, kau juga ikut denganku !" Kata Sang Ri-seonsaengnim dengan wajah serius
"Ne..." Jawab Seoyeon dengan suara pelan, masih dengan kepalanya yang tertunduk dan berjalan mendekati Sang Ri-seonsaengnim, meninggalkan Youngra dan Sungmin

Sang Ri-seonsaengnim membalikkan badannya lalu berjalan duluan. Seoyeon perlahan tapi pasti mengikutinya dari belakang, berbeda dengan Gae In yang berjalan di belakang Sang Ri-seonsaengnim persis. Donghae menatap mereka berdua lalu tiba-tiba langsung berlari menghampiri Sang Ri-seonsaengnim.
"Seonsaengnim, cwesonghamnida. Seoyeon-ssi harus segera menutup luka pada pipinya. Cwesonghamnida tapi apakah boleh aku membawanya sebentar hanya untuk menutup lukanya ?" Kata Donghae panjang lebar
"Dia terluka ? Oh astaga ! Ne, silakan obati lukanya. Setelah selesai, pastikan Seoyeon ke ruang kerjaku, ara ?" Kata Sang Ri-seonsaengnim seraya memperhatikan luka di pipi Seoyeon

Donghae membawa Seoyeon ke UKS. Disana ada beberapa anak PMR yang sedang bertugas. Jadi Donghae menerahkan Seoyeon kepada anak-anak itu untuk segera membersihkan dan menutup lukanya. Saat Seoyeon menerima pengobatan, Donghae hanya menatap Seoyeon dari pintu UKS dengan tatapan tidak tega. Setelah selesai, Seoyeon berterima kasih pada adik kelas yang sudah menemaninya dan menghampiri Donghae.
“Gwenchaneyo ?” tanya Donghae, masih dengan tatapan kasihannya
“Ne… Ayolah kau ini kenapa ? Hanya luka begini saja kok.”
“Mianhae… Kalau saja aku datang lebih cepat tadi…”
“Harusnya tadi aku mengajakmu ke toilet. Hahaha…”
“Kau ini… selalu saja bertindak sok kuat.” Kata Donghae sambil menyentil dahi Seoyeon
“Appo ! Hmm… aku harus ke tempat Sang Ri-seonsaengnim kan ? Kalau begitu aku duluan ya. Kamsahamnida untuk perhatianmu.” Seoyeon membungkuk lalu meninggalkan Donghae
Donghae menyusul Seoyeon, “Ya ! Aku harus mengantarkanmu juga !”
“Arasseo…”

Donghae dan Seoyeon berjalan menuju ke ruang guru. Saat berada di depan ruang guru, Youngra,Sungmin dan Yoonrin ada disana. Seoyeon masuk ke dalam ruang guru tersebut. Bel masuk sudah berbunyi dan Seoyeon belum juga keluar dari ruang guru. Akhirnya Youngra dan yang lain kembali ke kelas karena sebentar lagi kelas Bahasa Inggris akan dimulai. Kasihan Shindong, acara traktirannya tidak jadi karena insiden ini. Saat di tengah pelajaran, Seoyeon akhirnya kembalike kelas.
“Anny- AH ! Good afternoon, Mr. Jay !” kata Seoyeon sambil membuka pintu kelas
“Good afternoon. Miss Seoyeon ?! What happened to you ??” tanya Jay-seonsaengnim saat melihat plester yang menempel di pipi Seoyeon
“Oh this ? Hmm… nothing… Just a little accident.”
“Alright. Have a seat.”

Seoyeon langsung duduk di samping Taehee. Taehee ingin bertanya tetapi tidak jadi karena saat kelas Bahasa Inggris berlangsung tidak boleh ada yang berbicara. Akhirnya yang lain baru bisa menanyakan keadaan Seoyeon saat pulang sekolah. Dan Seoyeon menceritakan semuanya, termasuk saat dia dilabrak oleh Gae In untuk pertama kalinya

***
Taehee’s POV

Aku sudah ada dirumahku dengan pikiranku yang masih teringat atas insiden tadi siang. Gae In itu sungguh gila ! Seoyeon juga bodoh sekali ! Kenapa dia baru cerita kalau sebelumnya dia dilabrak oleh sunbae gila itu ?! Saking kesalnya aku mengirim sms kepada Seoyeon.
Aku                  : SUNBAE GILA !!! KAU JUGA GILA !!!
Seoyeon           : Mworago ?!! Jangan salahkan aku, apa sekarang kau ikut menyalahkan aku ?
Aku                  : Anhi… Mianhae aku kesal sekali pada sunbae itu !

***
Youngra’s POV

Aku masih kepikiran dengan apa yang terjadi dengan Yeonnie tadi. Aku pikir tidak ada apa-apa antara Gae In dan Yeonnie, walaupun aku tahu dulu saat Super Junior baru masuk sekolah ia mengomeli Seoyeon juga. Tapi yang aku ingat adalah luka di pipi Seoyeon. Itu pasti perih sekali ! Aku menyesalkan Seoyeon yang baru menceritakan yang sebenarnya pada kami semua tadi sore. Aku meraih handphone-ku.
Aku             : Yeonnie, bersabarlah ya ! Bagaimana lukamu ?
Seoyeon      : Gwenchaneyo, tadi kan lukanya sudah ditutup. Walaupun masih perih sedikit. Haha ^^
Aku             : Ya ampun, Yeonnie. Pasti itu perih sekali ya ? L Yang kuat ya, Yeonnie. Yeonnie hwaiting !
Seoyeon      : Kamsahamnida, Saeng J

Setelah saling mengirim sms dengan Seoyeon, aku disuruh ibuku pergi ke supermarket dengan dongsaengku. Lalu aku meletakkan handphone-ku dan pergi.

***
Yoonrin’s POV

“SIALAN !!! Seoyeon pabo !!! Kenapa baru cerita sih ??!” aku meninju dinding di kamarku

 Gae In itu lagi ! Dasar sunbae sok cantik ! pikirku. Aku sudah lama tidak suka dengan sunbae yang satu itu. Dia sering sekali melabrak teman-temanku saat aku masih kelas 1 dulu. Dan dia sekarang menyerang Seoyeon ?! Heh ! Dia belum tahu kekuatan seorang Yoonrin ternyata ! Aku bisa saja melemparnya dengan bola voli nanti saat aku ada pelajaran olahraga. Bilang saja tidak sengaja, beres kan. Aku meraih handphone-ku dan mengirim sms ke Seoyeon.
Aku             : HEH SEOYEON ! LIHAT SAJA NANTI JUGA DIA AKAN ADA BALASANNYA ! Mianhae ya tadi aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Seoyeon      : Leadernim ! Jeongmal gomawoyo ^^

Haha ! Tenang saja Seoyeon ! Asal aku dan anggota Super Junior yang ada di sisimu, kau pasti baik-baik saja !