Minggu, 26 Februari 2012

ELF4 DIARIES part thirteen


author : @adhweet
cast : ELF4 : Park Seoyeon, Kim Youngra, Lee Taehee, Hwang Yoonrin (all this character are OCs)
All members of Super Junior (esp. Donghae, Leeteuk)

Much appreciated if you would leave comments ^^



***

"PAAGII, SEOYEON !!!" Seru Taehee dari tempat duduknya

Seoyeon berjalan menghampiri tempat duduknya yang ada di samping Taehee dengan langkah yang berat. Lalu Seoyeon menaruh tasnya di atas meja dan duduk. Kemudian ia membenamkan wajahnya pada tasnya.
"Ya ! Gwenchana ?" Tanya Taehee
"Hngg..." Seoyeon hanya mendengung
"Aah aku tahu ! Kamu tidak dapat uang jajan dari orangtuamu ya ? Makanya jadi lemas begini."
Seoyeon mengangkat kepalanya, "Ya ! Bukan begitu. Aku mengantuk tahu. Me-ngan-tuk." Lalu Seoyeon kembali ambruk di atas meja
"Aah bilang dong kalau begitu. Memang kenapa kau sampai mengantuk begini ? Kurang tidurkah ?" Selidik Taehee
Seoyeon mengangguk
"Memang kamu ngapain semalam ?"

Seoyeon hanya diam. Ia ingat semalam ia tidak bisa tidur karena terus-menerus terpikir oleh teman kecilnya.
"Insomnia." Jawab Seoyeon singkat
“Whoaa Eternal Leader bisa juga insomnia, biasanya kau selalu tidur cepat.”
“Bukankah itu kau ? Kau kan lebih cepat ketiduran daripada aku.”
“Eits, ketiduran dan tidur cepat kan masalah yang berbeda. Yaa, Youngra !! Appo !”  seru Taehee saat Youngra tiba-tiba datang dan memukul bahunya
“Kalian ngapain ?” tanya Youngra
Seoyeon dan Taehee menggelengkan kepala bersamaan
“Kok kalian kompak sih ?”
“Whoa Eternal Leader dan yeobo-ku sedang apa ?” kata Yoonrin yang akhirnya muncul juga
“Yeobo ?” kata seorang namja yang lewat dibelakang Yoonrin
“Aigoo… Hankyung-ssi !” seru Taehee
“Kamu… kalian… normal kan ?” tanya Hankyung dengan nada sedikit takut-takut
“Aish kami normal tahu !” seru Yoonrin
“Yoonrin-ssi…” seorang namja dengan tinggi melampaui rata-rata memanggil Yoonrin
“Mwo ? Wae, Siwon-ssi ?” tanya Yoonrin pada Siwon sambil membawa kertas
“Ah itu aku mau tanya padamu sebaiknya di adegan yang ini kita ngapain ya ? Aku sih inginnya dibuat lucu saja.” Kata Siwon
“Mwo ?? Ini kan terserah pelatih. Masa kita mengganti script ?” tanya Yoonrin
“Kan kita bisa membicarakannya pada pelatih. Lagipula kalau kita ikuti alurnya, sepertinya akan sedikit membosankan.”
“Aigoo benar sekali !”
“Bagaimana kalau kita bicarakan di bangkuku saja ? Ini kan proyek kita.”
“Oke !”

Yoonrin dan Siwon berjalan menuju ke meja Siwon, sementara ketiga sahabatnya memandangnya dengan tatapan heran.
“Aigoo uri Leader…” gumam Taehee
“Leadernim masa mau mengubah script ? Itu juga Siwon ada-ada saja idenya.” Keluh Seoyeon
“Biarkan saja sudah. Ah iya, Yeonnie ! Bagaimana acara kencanmu dengan Donghae-ssi semalam ? Seru tidak ?” tanya Youngra tiba-tiba
“MWO ? Youngsaeng sudah kubilang itu bukan acara kencan !” bantah Seoyeon
“Ah apalah itu, bagaimana bagaimana ? Berkesankah ?”
“Berkesan apanya ? Kami kan cuma makan malam saja.”
“Aish Donghae-ssi tidak romantis ah.” Kata Youngra kecewa
“Kalian ini pacaran atau tidak sih ? Masa kencan pertama tidak ada kesan ?” tambah Taehee

Seoyeon mengacak rambutnya lagi. Aigoo teman-temannya ini banyak berkomentar. Lalu untuk menghindari pertanyaan dan komentar lagi, Seoyeon memilih untuk membenamkan wajahnya lagi di tasnya.
“Yaa, Yeonnie !” protes Youngra
“Sudahlah, Youngra biarkan saja. Kasian dia insomnia. Aish aku baru ingat ini hari Kamis ya ? Yeoja ini pasti bakal sakit hari ini.”
“Mwo ? Kenapa bisa begitu ?”
“Molla. Anak ini kan kalau hari Kamis pasti ada saja keluhannya.”

Bel berbunyi. Youngra tidak mempedulikan bel itu dan masih tetap bertengger di meja Seoyeon dan Taehee. Sampai akhirnya Sang Ri-seonsaengnim membuka pintu kelas dan membuat Youngra berlari secepatnya ke bangkunya. Seoyeon mengangkat kepalanya dengan malas lalu menaruh tasnya ke lantai
“Beri salam pada Seonsaengnim !” pimpin Seoyeon
"Annyeong haseyo, Seonsaengnim !" Sapa seluruh siswa kelas
"Ne, annyeong haseyo.
"Hari ini kita adakan tes." Kata Sang Ri-seonsaengnim diikuti sorakan dari semua siswa di kelas
"Seonsaengnim, kenapa tidak beritahu kami dulu ? Kami kan belum belajar." Protes Lee Senri, teman dekat Seoyeon yang duduk di depan Seoyeon dan Taehee
"Justru itulah, kalau aku beritahu kalian sebelumnya, bukan tes namanya. Sudah, siapkan saja kertas ujian kalian."

Akhirnya dengan seluruh perasaan malas, seluruh siswa mengerjakan soal tes tersebut. Seoyeon hanya menatapi dan mencoret-coret asal kertas soal sambil merutuki dirinya yang tidak mengerti cara penyelesaian dari soal tersebut, Taehee yang mencoret-coret di kertas buram atau lebih tepatnya membuat tanda tangannya sendiri di kertas itu, Yoonrin yang tertidur, Youngra yang menengok ke kanan dan kiri mencari inspirasi dan Senri yang dengan lancar mengerjakan soal-soal tersebut. Sementara Super Junior ? Hanya Sungmin dan Kyuhyun yang benar-benar serius mengerjakan soal matematika itu.
"Yak waktu habis, kumpulkan segera." Perintah Sang Ri-seonsaengnim

Semuanya langsung pasrah saja dengan perintah Sang Ri- seonsaengnim dan langsung berdiri menghapirinya dan mengumpulkan hasil pekerjaan mereka. Lalu mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.
"Baiklah, aku akan memeriksa pekerjaan kalian di ruang guru. Pertemuan berikutnya akan kuberi tahu hasilnya. Ara ?"
"Ne, Seonsaengnim." Semuanya menjawab

Sang Ri-seonsaengnim meninggalkan ruangan kelas. Sebelumnya beliau sudah memesankan kepada Seoyeon untuk menjaga kelasnya agar tidak ribut. Tapi mereka semua hanyalah seorang siswa dan siswi yang menginginkan kebebasan, apa mau dikata kalau kelas akhirnya menjadi ribut ?
"Seoyeon, kelas ribut tuh. Kamu nggak mendiamkan mereka ?" Tanya Taehee
"Aish molla ! Aku mengantuk tahu !" Jawab Seoyeon yang sedetik kemudian sudah menelungkupkan dirinya di atas meja
"Ini kebebasan !!!" Seru Taehee

Di kelas itu, ada sebuah mitos. Dimana kalau sang ketua kelas mengantuk atau sedang malas, maka murid-murid lain akan mendapatkan kebahagiaan. Tapi terbukti mitos itu benar. Saat ini Seoyeon sedang mengantuk, maka seisi kelas bebas mengobrol dan berkeliaran di dalam kelas. Setidaknya mereka tahu diri untuk tidak berkeliaran ke luar kelas.
"Seoyeon-ah, aku kesana ya ?" Tanya Taehee sambil menunjuk ke arah Yoonrin dan Youngra yang sedang bercanda-canda dengan Yesung dan Siwon

Seoyeon hanya mengangkat tangannya dan mengacungkan jempolnya tanpa mengangkat kepalanya. Lalu Taehee berjingkrak-jingkrak ke arah dua sahabatnya itu. Henry dan Donghae sama-sama bingung melihat Seoyeon.
"Hey, are you alright ?" Tanya Henry
Seoyeon hanya diam saja
"Chagi~ gwenchana ?" Tanya Donghae yang entah sejak kapan sudah berjongkok di sebelah Seoyeon
Seoyeon mengangkat kepalanya dan melirik ke arah namja yang memanggilnya itu dan berkata, "Siapa yang kau panggil chagi, hah ?"
Saat wajah Donghae terlihat jelas, Seoyeon langsung kembali ambruk di atas meja dan menutupi wajahnya. Donghae menggoyang-goyangkan punggung Seoyeon namun Seoyeon tidak menggubrisnya. Mungkin Seoyeon tertidur, pikir Donghae. Lalu Donghae menyerah dan akhirnya kembali ke tempat duduknya untuk bercakap-cakap dengan Henry yang duduk santai di depan kelas.
Sementara di tempat lain, Yoonrin masih asyik memikirkan ide gila dengan Siwon. Sampai akhirnya Taehee dan Youngra datang menghampiri mereka berdua.
"Yaa kalian kenapa kesini ?" Seru Yoonrin
"Memang tidak boleh ? Aah Leadernim jahat." Keluh Youngra
"Kalian merencanakan apa sih ?" Selidik Taehee
"Ada deh. Mau tahu ? Lihat saja nanti." Kata Yoonrin sambil memeletkan lidahnya
"Ah Leadernim juga pelit ternyata, huh !"

Tidak lama kemudian, Yesung muncul dengan messy hair-nya. Tetapi kali ini berbeda. Daripada disebut messy hair, Yesung lebih terlihat seperti orang yang tidak menata rambutnya sama sekali.
"Hyung, kau kenapa ?" Tanya Siwon seraya berdiri
Yesung menggaruk kepalanya, "aish kepalaku gatal."
"Gatal ? Bagaimana bisa ?" Tanya Siwon lagi
"Sepertinya aku lupa mandi tadi..." Jawab Yesung polos
"MWO ??!!!!" Teriak Siwon, Yoonrin, Youngra dan Taehee bersamaan
"Aish kenapa kalian berteriak sih ???" Omel Yesung
"Yaa, Hyung ! Bagaimana bisa kau tidak mandi ??"
"Bagaimana aku bisa mandi kalau Teuk-hyung membangunkanku saat kalian sudah akan meninggalkanku ??"
"Kau begadang lagi semalam ya, Hyung ?" Selidik Siwon
"Ne. Aish kepalaku gatal sekali !" Kata Yesung menggaruk kepalanya lagi dengan keras
"Aigoo, Yesung-ssi. Kau begadang ? Memang kau ngapain ?" Tanya Yoonrin
"Aku menonton bola semalaman." Balasnya singkat
"Mwo ??? Omo omo ! Kau menonton bola ? Chelsea lawan Manchester City kan ?" Seru Yoonrin
"Wah kau nonton juga rupanya ??" Kali ini Yesung menatap Yoonrin dengan pandangan berbinar-binar, melupakan segala hawa mengantuknya
"Aish aku tidak menyangka kau suka nonton bola juga. Tapi memangnya kau jarang begadang ? Bukankah biasanya orang yang suka menonton bola itu suka begadang ya ?" Tanya Yoonrin
"Yaah~ aku memang suka nonton bola, tapi cuma kalau tim yang bagus main saja.hahaha..."
"Ooh..." Nada Yoonrin terdengar sedikit kecewa, "kupikir kau sering nonton bola."
"Hei, omong-omong Yeonnie kenapa ?" Tanya Youngra tiba-tiba
"Molla." Taehee mengendikkan bahunya, "daritadi begitu terus, tidak mengangkat kepalanya sedikitpun. Paling-paling dia tidur."
"Apa dia begadang juga ?" Tanya Siwon ikut-ikutan
"Katanya sih insomnia. Hah biarkan sajalah dia tidur. Kalau dia tetap sadar, aku jadi harus mendengar keluhan dan omelannya itu."
"Yaa... Tidak boleh begitu. Bagaimanapun kan dia temanmu." Kata Siwon
"Aigoo, uri Siwon-ssi menasihatimu, Taehee-eonnie. Hahaha..." Ledek Youngra sambil menepuk-nepuk bahu Taehee
"Aah aku pergi dulu ya. Aku mau ke teman-temanku di pojok sana. Annyeong." Kata Siwon seraya bangkit dan meninggalkan mereka bertiga

Tidak lama setelah Siwon pergi, datanglah Leeteuk yang memasuki kelas. Ia baru saja dari toilet bersama Ryeowook.
"Loh, Seoyeon kenapa ?" Tanya Ryeowook sambil menunjuk ke arah Seoyeon
"Insomnia katanya." Sahut Taehee
"Jinjja ? Bukan karena dia kepikiran sesuatu ?" Tanya Leeteuk
"Molla. Tadi sih dia ngakunya insomnia. Dan memang bagian bawah matanya itu hitam sih." Jawab Taehee lagi
"Oh ! Aku punya saran bagus untuknya. Annyeong !" Kata Ryewook lalu berlari kecil ke meja Seoyeon
"Dia mau menghampiri kandang singa rupanya." Kata Yoonrin
"Hey, perhatikan dia. Takutnya dia sedang memikirkan masalah atau sesuatu. Seoyeon itu jangan ditinggal sendirian, dia itu cuma seorang anak hilang kalau ditinggal sendiri. Dia memang diam saja, tapi dalam hatinya kan kita tidak tahu." Kata Leeteuk
"Aigoo... Kita dapat dua nasihat hari ini." Kata Youngra
“Omong-omong aku masih tidak mengerti nih cara memperagakan dance yang diajarkan kemarin. Huh...” keluh Taehee
“Oh kau mau aku ajarkan tidak ?” tiba-tiba Eunhyuk sudah berada di belakang Yesung
“Jangan jangan. Lebih baik aku saja yang mengajarinya.” Kata Hangeng
“Aigoo Taehee-eonnie diperebutkan dua dancer. Hahaha...” Youngra tertawa licik
“Kenapa ? Kau iri yaa ?” ledek Taehee sambil memeletkan lidahnya
“Aish, baiklah begini saja. Hangeng-hyung mengajari Taehee-ssi dan aku mengajari Youngra-ssi. Sepakat ? Mumpung tidak ada seonsaengnim, kita belajar disini saja sekarang.” Usul Eunhyuk
“Yaa, Hyukjae ! Kau kerjakan dulu pr-mu ! Kau ini belum selesai mengerjakan pr malah ingin nge-dance.” Omel Leeteuk
“Hyung, aku kan mengajari Youngra-ssi. Lagipula semuanya sudah kuserahkan pada Kyuhyun. Dia akan mengerjakan pr-nya, lalu aku akan menyalinnya.” Kata Eunhyuk
“Andwae ! Belajar mengerjakan tugasmu sendiri, jangan mengandalkan orang lain terus, arasseo ! Kalau kau tidak mengerjakan tugasmu, aku tidak akan memberi jatah makan untukmu.” Tegas Leeteuk
“Aish. Ara ara, Hyung.” Eunhyuk menggaruk kepalanya dan kembali ke tempat duduknya
“Tadi kau bilang mau diajari dance ?Ehm.. aku juga bisa sedikit dance kok. Mau kuajari ?” kata Leeteuk dengan nada ramah,  berbeda dengan cara bicaranya pada Eunhyuk barusan
“Jeongmalyo ? Ah ne ne, aku mau !” jawab Youngra dengan riang

Akhirnya mereka berempat belajar dance bersama-sama sementara Yoonrin hanya terpaku melihat mereka berempat. Taehee dan Youngra tidak bisa dance, oleh karena itu mereka terlihat, entahlah mungkin mereka terlihat lucu oleh para Super Junior di belakang sana karena mereka semua saling tertawa melihat mereka. Hangeng hanya Tidak lama, ia menengok ke arah Yesung yang juga menengok ke arahnya.
“Tidak ikutan ?” tanya Yesung sambil memamerkan smirk-nya
Yoonrin membelalakkan matanya lebar-lebar, belum pernah ia melihat smirk-nya Yesung, “Ah eh ? Anhi.” Yoonrin menggeleng dengan cepat
“Memang kau sudah bisa gerakan dance yang barusan Teukie-hyung peragakan ?”
Yoonrin menggeleng lagi
“Mau kuajarkan ?” tanya Yesung ramah
“Boleh ?”
“Tentu saja boleh, kaja kita ikuti mereka !” kata Yesung mendorong bahu Yoonrin

Mereka berenam akhirnya dance bersama di depan kelas, membuat seisi kelas tertawa. Di tempat yang sama namun di lain sisi, Seoyeon bergumam pada dirinya.
“Kenapa aku masih kepikiran Donghae ?”

***

aaaaaa mianhae kalo part ini pointless dan ngga ada cerita intinya sama sekali... author lagi buntu... *bow 90 degrees* well, mianhae kalo aku jarang post sekarang (yang biasanya tiap minggu posting, tapi sekarang engga), soalnya ujian lagi di depan mata nih *kok curhat ?* anyway, makasih udah mau baca.... :)

Sabtu, 11 Februari 2012

ELF4 DIARIES part twelve


author : @adhweet
cast : ELF4 : Park Seoyeon, Kim Youngra, Lee Taehee, Hwang Yoonrin (all this character are OCs)
All members of Super Junior (esp. Donghae, Leeteuk)

Much appreciated if you would leave comments ^^



***

Seoyeon's POV

Esoknya, hari biasa dimulai kembali. Luka itu masih membekas di pipi sehingga pipiku diperban sekarang. Ah aku seperti seorang jagoan yang habis berkelahi saja.  Hari itu pun Donghae bersikap lebih protektif terhadapku, mungkin itu karena Donghae merasa bersalah atas apa yang terjadi padaku. Ketiga temanku pun juga lebih perhatian padaku. Dan yang paling mencurigakan adalah anak-anak Super Junior.
"Seoyeon-ssi, gwenchana ?" Tanya Siwon padaku
"Ne, gwenchaneyo."
"Ah Seoyeon-ssi, aku punya cake nih. Kita makan bareng yuk ?" Kata Sungmin sambil membawa kotak ditangannya
"Hmm..kamsahamnida, Sungmin-ssi, tapi tidak terima kasih." Tolak Seoyeon halus

Aah beginilah kalau kau tertimpa masalah, semua orang akan melihatmu dengan tatapan iba dan melihat sisi lemahmu. Aku benci dengan hal ini, tapi di sisi lain aku juga menikmatinya. Karena kalau tidak begini, mereka selamanya akan mengenal Park Seoyeon sebagai Ketua Kelas keras kepala dan tidak pernah sakit, itu kesannya seperti aku adalah orang yang menakutkan.
Bel istirahat berbunyi, segala buku kututup dan kurapikan mejaku. Aku hendak ke kantin untuk sekedar membeli minuman kaleng tapi Donghae menarik tanganku.
"Mau kemana ?" Tanyanya
"Kantin..." Jawabku singkat
"Aku ikut."
"Hmm ? Aku sama Taehee kok."
"Pokoknya aku ikut kamu !" Katanya bersikeras
"Arasseo." Jawabku pasrah
"Seoyeon-ah, udah ada Donghae kan ? Aku ngga ikut aja ya, aku udah bawa bekal kok." Kata Taehee
"Oh arasseo." Ucapku pasrah

Aku dan Donghae pergi ke kantin, saat di jalan kami bertemu Gae In dan kami berhenti seketika. Dia menatap tajam kami berdua lalu kemudian pergi. Donghae menatapku dalam-dalam, aku pun menatapnya tepat di mata. Tidak sampai 5 detik, aku mengalihkan pandanganku, tidak kuat melihat mata namja ini. Aish aku ini kenapa ? Lalu kami pergi ke kantin.

***
Youngra's POV

Aku melihat Donghae dan Yeonnie sedang jalan berdua ke kantin. Aku tersenyum sendiri melihat Donghae yang  mengikuti kemana Seoyeon pergi, aku tahu Donghae sedang menjaganya, tentu saja Donghae kan namjachingu-nya Yeonnie. Aku pun ingin menyusul ke kantin untuk beli susu kotak kesukaanku, namun di tengah jalan aku melihat Kibum dan seorang yeoja.
"Gomawoyo..." Kata Kibum sambil mengambil hadiah dari tangan yeoja itu
"Ne..." Kata yeoja itu malu-malu
"Nanti malam jam 7 kan ?"
"Ne... Aku ke kelas dulu. Sampai jumpa nanti malam." Yeoja itu pergi dari hadapan Kibum

Aku memperhatikan mereka dari jauh. Sepertinya mereka baru saja berkenalan, tapi apa itu tadi ? Jam 7 ? Mereka janjian ? Jadi yeoja itu siapa sebenarnya ?

***
Seoyeon's POV

Sepulang latihan, Donghae mengajakku makan. Tadinya aku menolak namun ketiga temanku memaksaku untuk menerima ajakannya. Tapi kami tidak hanya berdua, karena ada Jungsoo-oppa dan Siwon juga ada bersama kami. Kami berempat makan di Kona Beans, cafe milik orangtua Jungsoo-oppa, Sungmin dan Kyuhyun.
"Kalian makan di meja ini saja, aku dan Siwon makan di meja lain." Kata Jungsoo-oppa
"Tapi Opp-"
Donghae menggenggam tanganku dan tersenyum, "Kita disini saja."

Aku mengangguk lalu kami berdua duduk. Jungsoo-oppa dan Siwon berjalan ke mejanya yang ada di sudut ruangan. Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan disana, yang jelas mereka mengobrol.
"Kamu mau makan apa ?" Tanya Donghae seraya berdiri
"Hmm... Aku tidak makan deh." Kataku sambil menggeleng
"Yaaa ! Kau harus makan. Baiklah aku akan pesankan untukmu."

Donghae pergi ke kasir dan memesan makanan disana. Tidak lama ia sudah kembali lagi di meja dengan makanan.
"Makan." Perintahnya halus

Mau tidak mau aku makan juga. Donghae tersenyum kemudian ikut makan. Sementara Donghae sudah menyelesaikan makanannya, aku masih menyisakan sekitar seperempat makananku. Aku memainkan sendokku di atas piring itu. Donghae menatapku seolah memerintahkan aku untuk menghabiskan sisa makanan itu. Aku menggeleng.
"Aku sudah kenyang, Donghae." Kataku
"Hmm... Arasseo. Setidaknya kamu sudah menghabiskan lebih dari setengahnya."
Aku mengangguk
"Seoyeon-ah... Aku ingin bicara denganmu."
"Mwo ? Bicara apa ?"
"Mulai sekarang kalau kamu mau pergi ke suatu tempat, ajak aku. Dan lagi kalau ada masalah kumohon kamu mau cerita padaku. Seperti yang kita lakukan dulu saat kita kecil, ingat ?"

Aku menerawang ke masa lalu. Memang benar kalau aku selalu cerita segalanya pada Donghae dulu. Donghae sudah seperti buku diary-ku. Dan lagi dimanapun aku berada, pasti Donghae ada bersamaku atau setidaknya dia pasti tahu dimana aku berada saat aku menghilang.
"Jujur saja aku ingin kau seperti dulu lagi." Tambahnya
Aku mendongak, "maksudmu ?"
"Emm.. Yaa seperti dulu. Dulu saat kita selalu bersama." Kulihat Donghae sedikit malu saat mengucapkan hal ini
Aku tersenyum, "Donghae, kita bukan anak kecil lagi yang bisa selalu bersama dan bermain sepuas kita seperti dulu."
"Meskipun begitu tapi kita tetap bisa selalu bersama kok. Aku...hanya ingin kita kembali seperti dulu kok." Kata Donghae menatap wajahku
Aku menunduk, "Donghae-ya, apa... Apa aku banyak berubah ?"
Dia terkejut mendengarnya, "berubah ?"
Aku mengangguk cepat
"Kalau aku jujur, apa kau akan marah ?"
"Anhi..." Jawabku singkat
Donghae menghela napas panjang, "Kamu berubah. Tidak banyak sih, tapi kamu memang berubah."
"Mianhae..."
"Kenapa minta maaf ? Kamu tidak salah kok."
Aku hanya diam,bingung mau menjawab apa.
"Ah yasudah tidak perlu mengingat masa lalu. Kamu ya kamu, tidak peduli kamu berubah atau tidak yang penting kamu adalah Park Seoyeon, teman masa kecilku yang selalu kusayangi." Kata Donghae tersenyum tulus

Jamkanman ! 'Kusayangi' ? Aku menatap bingung ke arahnya. Donghae apa maksudmu ?? Aku ingin menanyakannya tapi aku malu. Akhirnya aku malah tidak jadi bertanya dan diam saja.
"Oh iya, kamu masih ingat janjimu yang dulu ?" Tanya Donghae
"Janji ?"
"Ne. Ingat kan saat pertama kita 'jadian' kau bilang kau akan menurutiku ?"
"Aah itu.. Ne, aku ingat."
"Aku mau kau menuruti beberapa permintaanku. Jamkanman." Kata Donghae lalu membuka tasnya dan mengambil buku tulis lalu menyobek kertas dari bukunya
"Mwo ?"
Donghae membagi kertasnya menjadi dua dan mengambil dua buah pulpen, "Satu untukmu dan satu untukku. Bagaimana kalau kita saling membuat janji disini ? Semua yang kutulis disini kau harus menurutinya dan begitu pula sebaliknya."
"Mwo ??"
"Yak mulai !" Donghae mulai menulis di kertas itu

Mau tidak mau aku berhenti bicara dan menatap kertas yang diberikan Donghae. Aku terpaku melihatnya, kertas itu begitu putih sampai-sampai aku bingung mau menulis apa disana. Aku masih diam saja sampai Donghae menutup pulpennya dan tersenyum padaku. Aku buru-buru menyembunyikan kertasku.
"Sudah ?" Tanyanya
Aku mengangguk
"Baiklah sekarang tukar."

Aku membuka lipatan kertas yang diberikan Donghae. Aku membacanya satu persatu dan tidak mempedulikan Donghae yang sedang mengomel karena melihat kertasku yang kosong. Sebenarnya aku suka ekspresinya saat dia mengomel padaku.

Seoyeon-ah ! Ini permintaanku padamu, ingat ya kamu harus penuhi permintaan ini !
1. Kamu harus janji untuk selalu cerita padaku tentang segala hal baik maupun buruk yang terjadi padamu
2. Kamu tidak boleh lagi bersikap awkward denganku, kau seperti bertemu orang lain saja kalau sedang bersamaku, jebal... Bersikaplah senyaman mungkin ketika berada didekatku
3. Aku mau Park Seoyeon-ku yang ceria lagi ! Jangan mengomel terus, nanti kau cepat tua ^^
4. Kalau suatu ketika kau merasa tidak nyaman denganku, ijinkan aku tahu ya ! Ini penting untukku

Aku tersenyum membacanya. Astaga Donghae, namja ini sedikit berlebihan.
"Donghae-ya..." Panggilku di tengah kebingungannya dengan kertasku
"Seoyeon-ah ! Jelaskan maksudmu dengan kertas ini apa ?"
"Hmm ? Haha... Hanya ingin melihat ekspresimu yang mengomel tidak jelas." Aku tertawa
"Aaah... Kamu ini jangan bercanda, aku kan serius."
"Serius, Donghae." Kataku masih dengan tertawa sambil membentuk V pada kedua tanganku
"Aish jinjja..." Keluhnya
"Arasseo arasseo... Memang aku tidak punya permintaan kok. Bagiku, seorang Lee Donghae yang ada di depanku sekarang sudah lebih dari cukup. Aku tidak perlu meminta apa-apa lagi." Jelasku
"N-ne ? Jeongmalyo ???" Ia menatapku tidak percaya
"Ne..." Aku tersenyum dan mengangguk
Donghae entah sengaja atau tidak sengaja memelukku dari samping, "aah gomawoyo, Seoyeon !"
"Aish, Donghae-ya ! Kamu ngapain ?? Lepaskan aku." Kataku sambil memberontak
"Wae ? Aku kangen sama teman masa kecilku, tidak boleh ?"
"Bukan begitu. Ya Tuhan, Lee Donghae ! Aku malu. Bagaimana kalau orang melihat ?" Erangku sambil mencoba melepaskan diri dan berhasil
"Haha... Mianhae mianhae..." ia melepaskanku
Aku mengangguk dengan wajahku yang memerah, "ah ne, aku mau tanya tentang permintaan-permintaanmu ini."
"Ne ? Tanya apa ?"
"Poin kedua, maksudmu awkward apa ?"
"Yaa awkward. Kau tahu kalau aku muncul di depanmu, rasanya sikapmu berubah jadi aneh. Mulai sekarang, biasa saja, oke ?"
"Hmm... Kalau begitu poin ketiga. Ceria ? Aku kan ceria." Kataku tersenyum lebar, sedikit memaksa memang tersenyum seperti itu
"Ceria ? Ceria dengan cara mengomeli dongsaeng dan hyung-ku ?" Dia tertawa
"Yaa ! Serius deh. Kau saja belum tahu saat aku bersama tiga sahabatku itu."
"Aku tahu kok. Tapi itu biasa saja, tidak ceria. Ayolaah..."
"Aish..." Aku menggaruk kepalaku, "sepertinya tidak bisa. Aku kan harus tegas."
"Kalau memang tidak bisa, setidaknya di depanku saja kau ceria." Ia tersenyum lagi, entah keberapa kalinya aku melihat senyumnya yang lebar itu
"Hmm... Aku pertimbangkan."
"Anhi ! Tidak ada pertimbangan, sudah kutulis jelas-jelas bukan di kertas itu ? Bahwa kau harus menuruti permintaanku ?"
Aku meniup poniku. Donghae memang selalu harus mendapatkan apa yang dia mau. Akhirnya aku mengangguk lagi.
"Kita pulang yuk ?" Ajakku
"Mwo ? Sekarang ?"
"Yep, aku lelah. Dan lagi aku harus mengerjakan tugas dari Sang Ri-seonsaengnim."
"Aish, seonsaengnim itu selalu saja menyuruh-nyuruh seenaknya. Kalau begitu permintaanku bertambah menjadi lima poin. Poin kelima adalah kalau ada yang bisa kubantu, kau tidak boleh sungkan."
"Mwo ?? Yaa kau ini banyak maunya !" Protesku
"Kaja !" Ia menarik lenganku seolah tidak mendengar protes dariku

Kami menghampiri Jungsoo atau sebaiknya mulai sekarang kupanggil dengan Leeteuk-oppa dan Siwon di meja mereka lalu kami pamit pulang. Kami berdua berjalan kaki menuju halte bus yang paling dekat, namun ternyata halte paling dekat jaraknya lumayan jauh dari cafe itu. Di tengah jalan, aku melihat sesosok namja yang kukenali. Aku menghentikan langkahku dan membuat Donghae yang berjalan disampingku bingung.
"Gwenchana, Seoyeon ?" Tanya Donghae
"Itu... Bukannya itu Kibum ?" Kataku sambil menunjuk ke seorang namja yang ada di dalam restoran Italia
"Ah... Ne..."
"Dia punya yeojachingu ?" Tanyaku setelah melihat seorang yeoja menghampirinya dan bersikap centil padanya
"Hmm... Entahlah..." Kata Donghae sambil menggaruk kepalanya
"Ya ! Kamu kan temannya, masa tidak tahu ?"
"Entahlah, Seoyeon, aku susah menjelaskannya padamu."

Aku menangkap sebuah sinyal dari tatapan Donghae pada Kibum. Dan aku entah bagaimana mengerti arti tatapan itu.
"Ooh dia playboy ?" Celetukku
"Err... Playboy atau tidak aku juga tidak yakin sih... Tapi memang dia dekat dengan banyak yeoja sih."
"Aah yasudahlah itu bukan urusanku dia playboy atau tidak." Lalu aku berpikir, tiba-tiba saja aku teringat Youngra
"Donghae-ya ! Dia playboy tidak ?" Tanyaku lagi
"Tadi bukannya kamu bilang itu bukan urusanmu ?"
"Hmm...anggap saja sekarang itu urusanku. Ayo jawab yang jujur."
Donghae menggaruk kepalanya lagi, "Yaah bisa dibilang begitulah."

Pikiranku kalut seketika. Aish bagaimana ini ? Youngra pasti akan sedih kalau tahu namja yang dia suka ternyata seorang playboy. Apa kuberi tahu dia saja ya ? Ah tapi sebaiknya tidak. Tapi kalau kuberi tahu dia sekarang, dia kan jadi tidak memikirkan namja itu lagi. Tapi kalau kuberitahu dia, apa itu tidak terlalu ikut campur ? Tapi... Argh terlalu banyak kata tapi yang ada di otakku sekarang. Tanpa sadar aku diam dan jadi melupakan Donghae yang daritadi memanggil namaku.
"Seoyeon-ah..." Panggil Donghae
"N-ne ?"
"Kamu memikirkan apa ?"
"Anhi.. Emm, kaja kita lanjutkan berjalan."
"Arasseo..."

Aku dan Donghae berjalan lagi dan akhirnya kami sampai di halte bus. Halte bus itu tidak ada orang dan hanya ada aku dan Donghae saja. Aku duduk di bangku diikuti dengan Donghae. Keheningan melingkupi kami berdua selama beberapa menit. Aku tidak tahu mau mengajak ngobrol Donghae apa sehingga aku diam saja. Donghae juga mungkin sedang terpikir sesuatu sehingga ia diam. Sial, bus nya kenapa lama sekali sih datangnya ? Aku berdiri dan melongok ke jalanan, mencoba mencari bus yang mengarah ke halte ini namun hasilnya nihil. Tiba-tiba seseorang muncul di hadapanku dan menarik tubuhku ke arahnya.
"Donghae ?!" Seruku kaget
"Seoyeon-ah..."
"Aish Donghae-ya lepaskan."
"Diam dulu dan dengarkan aku untuk beberapa saat. Aku tidak akan lama. Arachi ?"
Aku mengangguk, omona aku malu sekali sekarang
"Park Seoyeon teman kecilku, aku, Lee Donghae kangen sekali denganmu. Bagaimana perasaanmu ? Apa kau senang bertemu lagi denganku ? Kalau kau tanya aku, aku akan menjawab dengan pasti bahwa aku sangat senang bertemu denganmu."
"Donghae-ya, untuk apa kamu mengatakan hal ini ?"
"Saat kita pertama bertemu, kita belum sempat saling melepas kangen bukan ? Aku hanya mengikuti di drama-drama saja kok. Dimana dua orang yang sudah lama tak jumpa akan saling berpelukan, terutama namja dan yeoja."
"Aish kau ini terlalu banyak nonton drama deh." Kataku sambil terkekeh pelan
Donghae tidak mempedulikan kata-kataku lagi, "Seoyeon-ah, maaf ya aku tidak segera datang saat kau kena masalah kemarin, harusnya aku cepat datang sehingga kau tidak perlu memakai ini." Kurasakan sebelah tangan Donghae menyentuh dan mengusap perban di pipiku pelan, baiklah harus kukatakan aku sangat malu sekarang
"Park Seoyeon, aku berjanji. Aku berjanji akan melindungimu. Melindungimu dan menjagamu, seperti yang selalu kulakukan dulu saat kita masih kecil."
"Dong-"
Donghae melepas pelukannya, "aku sudah selesai. Tidak lama kan ? Ah itu ada bus."

Bus akhirnya sampai di hadapan kami. Aku dan Donghae pun menaiki bus itu dengan segera, takut kalau kami akan ketinggalan bus dan terpaksa menunggu bus selanjutnya.

***
Donghae's POV

Aku duduk tepat di sebelah Seoyeon. Aku masih memiliki rasa tidak percaya sendiri dengan yeoja yang duduk di sampingku. Park Seoyeon, yeoja yang selalu mengisi hari-hariku saat aku kecil dan selalu menjadi teman khayalan saat aku kesepian. Yeoja kecil yang dulu sangat cengeng namun sekarang berubah menjadi yeoja yang sok kuat dan tangguh. Entahlah aku tidak tahu apa dia masih cengeng seperti dulu atau tidak. Aku melirik ke arahnya, dia sedang menoleh ke luar jendela. Kupandangi wajahnya.
'Park Seoyeon, seandainya kamu tahu...bahwa aku sungguh-sungguh saat mengatakan hal tadi. Bahwa aku benar-benar bersedia menjaga dan melindungimu. Dan seandainya saja kamu benar-benar yeojachingu-ku tanpa perjanjian ini... Mulai sekarang tenanglah, kupastikan kau aman dari Gae In itu.' Gumam Donghae dalam hati

Tanpa sadar aku membelai lembut rambutnya yang membuatnya menoleh padaku dengan tatapan herannya. Aku tersenyum padanya dan dia mengerutkan alisnya. Tidak lama, ia kembali menatap ke luar jendela.
'Aku tahu aku tidak boleh egois. Tidak masalah kalau kau tidak memiliki perasaan padaku, yang penting aku akan selalu ada untukmu. Tapi... Izinkan aku berusaha untuk membuatmu menyukaiku. Aku bersumpah akan melindungimu, Seoyeon.’

***
Seoyeon's POV

Aku sampai di kamarku. Aah lelah sekali hari ini. Aku membaringkan tubuhku di kasur, berguling-guling di atasnya dan mencari posisi nyaman. Lalu aku diam menatap langit-langit kamarku, terpikir akan sesuatu atau lebih tepatnya seseorang. Donghae. Donghae ?
"Kenapa aku kepikiran Donghae ?" Ucapku pelan

Namja itu hari ini membuatku terkejut dengan sikap-sikapnya. Ada apa dengannya ? Bukan. Lebih tepatnya ada apa denganku ? Kenapa jantungku jadi berdebar begini ? Aku memberantakkan rambutku, suatu tindakan yang selalu kulakukan saat aku stress memikirkan sesuatu. Donghae... Donghae... Donghae... Dan nama itu masih terpikir olehku sampai aku selesai mengerjakan tugasku dan bersiap untuk tidur. Mengapa aku jadi terus kepikiran tentangnya ?